Ilustrasi: Metrotvnews.com
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Bom di Thailand Selatan Tewaskan Tiga Warga

Arpan Rahman • 23 Januari 2018 13:33
Yala: Bom sepeda motor meledak di sebuah pasar di provinsi selatan Yala, Thailand selatan. Letusannya menewaskan tiga orang dan melukai 22 lainnya.
 
Menurut , juru bicara Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC), Aksi 22 Januari 2018 ini serangan pertama di wilayah tersebut dalam beberapa bulan.
 
Sebagian besar provinsi Muslim di Narathiwat, Pattani, dan Yala di Thailand di pedalaman selatan merupakan sarang bagi pemberontakan yang berlangsung sejak lama oleh Muslim etnis Melayu. Mereka memperjuangkan otonomi di mana lebih dari 6.000 orang terbunuh sejak 2004.
 
"Para penjahat memasang bom di sebuah sepeda motor dan meletakkannya di samping gerobak pasar. Kekuatan ledakan tersebut menyebabkan tiga orang kehilangan nyawa mereka," kata juru bicara ISF, Pramote Prom-in, seperti dikutip U.S. News&Report, Selasa 23 Januari 2018. ISOC adalah pasukan keamanan pemerintah yang beroperasi di wilayah ini.
 
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang berlangsung di pasar, Senin pagi. Polisi mengatakan, sepeda motor itu diletakkan di dekat sebuah kios yang menjual daging babi, yang dilarang keras oleh umat Islam berdasarkan Hukum Islam.
 
Belum jelas apakah bom tersebut ditempatkan di warung babi tersebut dengan sengaja untuk menargetkan umat Budha Thailand.
 
Pemilik wanita kios dan pelanggan pria, termasuk di antara tiga orang yang terbunuh, kata polisi. Bom tersebut menghantam potongan atap timah bergelombang di pasar dan menghancurkan kios-kios terdekat.
 
Provinsi-provinsi selatan dilanda ratusan serangan sejak 2004, banyak di antaranya mematikan, namun insiden belakangan semakin sedikit.
 
Para analis yang memantau konflik berkata, kekerasan dari pemberontakan jatuh ke titik terendah dalam sejarah pada 2017 terlepas dari kenyataan bahwa perundingan yang bertujuan untuk membawa perdamaian sedikit mendapat daya tarik.
 
Pemerintah Thailand telah mencoba untuk menghidupkan kembali pembicaraan dengan kelompok pemberontak yang diprakarsai oleh pemerintah sipil sebelumnya. Namun itu hampir tidak berkembang.
 
Perlawanan terhadap peraturan Budhis dari Bangkok berlangsung selama puluhan tahun di provinsi-provinsi selatan yang berpenduduk mayoritas Muslim. Sempat sejenak memudar di tahun 1990an sebelum muncul kembali dengan kekerasan pada 2004.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan