Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata di Causeway Bay, 11 November 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata di Causeway Bay, 11 November 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

AS Khawatir atas Memanasnya Situasi di Hong Kong

Internasional hong kong Protes Hong Kong
Willy Haryono • 12 November 2019 09:27
Washington: Amerika Serikat mengekspresikan "kekhawatiran mendalam" atas kembali memanasnya situasi di Hong Kong, Senin 11 November. Washington menyerukan agar demonstran dan juga aparat keamanan Hong Kong untuk sama-sama menahan diri.
 
"AS mengawasi situasi di Hong Kong dengan kekhawatiran mendalam," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Morgan Ortagus, dilansir dari AFP, Selasa 12 November 2019.
 
"Kami mengecam aksi kekerasan di semua kubu. Kami juga bersimpati kepada para korban kekerasan, terlepas dari apapun afiliasi politik mereka. Kami menyerukan semua pihak -- polisi dan pedemo -- untuk menahan diri," lanjut dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengenai unjuk rasa, Tiongkok telah beberapa kali mengingatkan AS untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Hong Kong.
 
Gelombang aksi protes di Hong Kong telah memasuki pekan ke-25. Demonstrasi dipicu Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang mengatur mengenai pengiriman tersangka kasus kriminal dari Hong Kong ke Tiongkok.
 
Unjuk rasa tetap berlanjut meski RUU Ekstradisi telah resmi dicabut. Gerakan para demonstran kini berbasis perjuangan menegakkan demokrasi di Hong Kong, yang dinilai mereka sudah semakin terkikis oleh pengaruh Tiongkok.
 
Dalam bentrokan terbaru di Hong Kong pada Senin kemarin, seorang polisi menembakkan peluru tajam ke satu demonstran di bagian dada.
 
Sementara memasuki petang hari, seorang warga dikabarkan dibakar demonstran saat meminta agar unjuk rasa dihentikan.
 
Sejauh ini, aksi unjuk rasa di Hong Kong telah menewaskan seorang pedemo. Korban tewas adalah mahasiswa bernama Alex Chow Tsz-lok. Ia meninggal dua pekan lalu, akibat terjatuh saat mengikuti demonstrasi di wilayah Kowloon.
 
Hong Kong adalah bekas koloni Inggris, yang sudah dikembalikan ke Tiongkok pada 1997 di bawah sistem "Satu Negara, Dua Sistem." Sistem tersebut menjamin otonomi Hong Kong.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif