Sebanyak 65 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam serangan yang diklaim dilakukan kelompok militan Taliban tersebut.
"Indonesia mengutuk keras serangan bom di Lahore. Teror atas nama apapun tidak dibenarkan. Duka cita mendalam untuk korban, rakyat Pakistan -jkw," tulis Presiden Jokowi di akun Twitter, Senin (28/3/2016).
Korban serangan ini didominasi oleh anak-anak. Sebab, bom diledakkan di sebuah taman tempat bermain anak-anak yang sedang merayakan Paskah.
Menurut keterangan pejabat setempat, pelaku mengemas bom tersebut seperti menyerupai bantalan bola.
Juru bicara faksi Taliban Jamaat Ul Ahrar, Ahsanullah Ahsan mengatakan bom bunuh diri ini memang sengaja ditargetkan kepada umat Kristen.
Menteri Punjab, Mian Muhammad Shehbaz Sharif melalui juru bicara pemerintahan Zaeem Qadri mengumumkan, Pakistan akan berkabung selama tiga hari. Sekolah dan tempat bisnis di kota Lahore akan tetap ditutup, pada Senin ini. Mian juga berjanji akan membawa pelaku ke pengadilan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News