Wadubes Selandia Baru untuk Indonesia, Roy Ferguson, saat berbicara di Jakarta, Senin 15 April 2019. (Foto: Medcom.id/Sonya Michaella)
Wadubes Selandia Baru untuk Indonesia, Roy Ferguson, saat berbicara di Jakarta, Senin 15 April 2019. (Foto: Medcom.id/Sonya Michaella)

Usai Teror Penembakan, Selandia Baru Fokus Lindungi Semua Warga

Internasional Penembakan Selandia Baru
Sonya Michaella • 15 April 2019 16:07
Jakarta: Selandia Baru masih berusaha bangkit dari rasa duka mendalam usai aksi penembakan terjadi di dua masjid di Christchurch sebulan lalu, tepatnya pada 15 Maret.
 
Wakil Duta Besar Selandia Baru di Indonesia, Roy Ferguson, mengatakan bahwa pemerintahnya saat ini fokus melindungi semua warga negaranya tanpa pandang bulu, dan berusaha mencegah agar peristiwa serupa tak terulang. Ia juga menegaskan Selandia Baru merupakan negara yang menjunjung tinggi toleransi.
 
"Sama seperti Indonesia, Selandia Baru sangat menjunjung tinggi toleransi. Kejadian ini masih menghantui kami, terutama para korban. Namun, kami sedang berusaha bangkit," kata Ferguson di Jakarta, Senin 15 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami terus melindungi warga negara kami dan juga korban serta keluarga korban sampai saat ini dan terus mengajarkan apa arti multikulturalisme dan toleransi," lanjut dia.
 
Ferguson juga mengucapkan terima kasih terhadap pemerintah Indonesia yang telah mendukung Selandia Baru pascapenembakan. Selandia Baru pun terus meminta dukungan Indonesia terkait pemberantasan terorisme.
 
"Kami terus bekerja sama dengan Indonesia untuk memberantas terorisme. Memberantas orang-orang yang mengatasnamakan agama untuk membunuh sesama," ungkapnya lagi.
 
Setelah penembakan tersebut, Selandia Baru bergegas menetapkan undang-undang untuk memperketat peraturan senjata api, mengeluarkan senjata semi-otomatis dari peredaran melalui skema pembelian kembali, larangan dan hukuman penjara yang keras.
 
Pekan lalu, pemerintah juga menutup celah potensial dengan memperluas undang-undang untuk mencakup ekspor senjata semi-otomatis, majalah dan bagian-bagian.
 
Tindakan ini menutup kemungkinan pemilik senjata menolak skema pembelian kembali dan menjual senjata api mereka yang sekarang ilegal kepada pembeli di luar negeri untuk mendapatkan lebih banyak uang.
 
Baca:Muslim Selandia Baru Masih Trauma ke Masjid Christchurch

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif