Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.
Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.

Pengelolaan Ruang Udara dalam Pembahasan Teknis

Internasional penerbangan indonesia-singapura wilayah informasi penerbangan/fir
Sonya Michaella • 15 Agustus 2019 15:02
Jakarta: Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah mengatakan, pembahasan Wilayah Informasi Penerbangan (FIR) Indonesia dan Singapura masih dalam proses pembahasan.
 
Baca juga: Pengelolaan Ruang Udara Kepri dari Singapura Ditarget Selesai Tahun Ini.
 
“Kalau merujuk pada International Civil Aviation Organization (ICAO) yang diutamakan itu pasti panduan keselamatan di satu ruang wilayah udara. Teknisnya dan pembahasannya masih berlanjut,” kata Faiza dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis 15 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, mantan Duta Besar RI di Kanada ini enggan membeberkan lebih detail terkait pembahasan teknis dari wilayah udara dua negara ini.
 
Pembahasan ini juga sudah dibahas oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luqr Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan saat kunjungannya ke Jakarta pada Juli 2019 lalu.
 
Kala itu, Menlu Retno menegaskan pembahasan mengenai FIR ini akan dibahas lebih lanjut oleh tim dari Kementerian Perhubungan.
 
“Pak Menhub Budi Karya (Sumadi) mengusulkan suratnya tanggal 15 Juni lalu untuk bertemu dengan mitranya dari Singapura untuk membahas proposal Indonesia," ujar Menlu Retno.
 
FIR atau Wilayah Informasi Penerbangan adalah istilah untuk wilayah udara kawasan tertentu yang menghadirkan jasa informasi penerbangan serta layanan peringatan. Ini juga berarti pengelolaan ruang udara Kepri diambil alih dari Singapura.
 
Menghadiri Kesepakatan Kerja Sama dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Hang Tahap III, di Hang Nadim Batam, Kamis, 15 Agustus 2019, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan targetnya tahun ini FIR diambil alih.
 
Ruang udara wilayah Indonesia, khususnya Batam, Tanjungpinang, Karimun, Natuna di Provinsi Kepulauan Riau masih dikuasai Singapura. Menhub mengaku telah mengirim surat ke mitra di Singapura untuk membahas perihal proposal Indonesia terkait pengambilalihan FIR.
 
"Komunikasi dan proses negosiasi dengan Singapura terus dilakukan dan terus memgalami kemajuan," akunya.
 
Wacana pemgambilalihan FIR di kawasan Kepulauan Riau mencuat setelah Presiden Joko Widodo menargetkan pemerintah akan menguasai kembali FIR Kepri dan Natuna. Jokowi menargetkan negosiasi rampung akhir 2019.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif