Yuli Riswati rajin memberikan laporan massa pro-demokrasi Hong Kong melakukan protes melawan pemerintah. Foto: AFP
Yuli Riswati rajin memberikan laporan massa pro-demokrasi Hong Kong melakukan protes melawan pemerintah. Foto: AFP

KJRI Hong Kong: Yuli Dideportasi Terkait Izin Tinggal

Internasional pemulangan tki wni Protes Hong Kong
Marcheilla Ariesta • 02 Desember 2019 18:38
Hong Kong: Diduga merekam dan menyiarkan protes Hong Kong, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Surabaya, Yuli Riswati akhirnya dideportasi. Menurut Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Yuli dideportasi terkait izin tinggal.
 
"Berdasarkan informasi dari pihak imigrasi Hong Kong Yuli melakukan pelanggaran keimigrasian terkait izin tinggal," kata Pejabat Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong, Vania Alexandra kepada Medcom.id, Senin 2 Desember 2019.
 
Sesuai dengan peraturan Hong Kong, Yuli bisa diancam sanksi denda dan penjara maksimal dua tahun. Namun, sejak awal KJRI sudah mengikuti kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak imigrasi Hong Kong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang bersangkutan telah menjalani sidang pada 4 November 2019, di mana pihak KJRI juga hadir dalam persidangan tersebut," imbuh Vania.
 
Dia mengungkapkan, Yuli divonis bersalah dengan hukuman setahun penjara dan denda. Sebelumnya, Yuli dilaporkan ditangkap karena memberitakan demonstrasi yang terjadi Hong Kong. KJRI Hong Kong tidak mau berkomentar mengenai laporan tersebut.
 
"KJRI Hong Kong tidak dapat berspekulasi mengenai kaitan proses hukum keimigrasian yang dihadapi Yuli dengan tulisannya mengenai demonstrasi di Hong Kong," tegasnya.
 
"KJRI menghormati proses hukum yang berjalan dan putusan pengadilan setempat terhadap kasus tersebut," imbuh Vania.
 
Pemerintah Hong Kong pada Senin mendeportasi seorang pekerja rumah tangga Indonesia yang mereka anggap telah melaporkan protes yang sedang berlangsung di kota itu. Pengusiran ini diduga bermotivasi politik.
 
Sebuah pernyataan dari kelompok pendukung Riswati menuduh Departemen Imigrasi Hong Kong 'menekan kebebasan berbicara dan haknya untuk membantu pekerja Indonesia di Hong Kong'.
 
'Ini penindasan politik,' tambahnya.
 
Riswati telah menulis tentang protes di halaman Facebook-nya dan untuk situs berita independen Indonesia 'Migran Pos'.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif