“Kami tentu akan terus memfasilitasi pembicaraan kedua negara. Sampai saat ini, Korut masih tertarik untuk berbicara dengan AS secara langsung,” kata Lim ketika ditemui di Jakarta, Rabu 21 Agustus 2019.
Namun, Lim menduga, jika memang nanti ada pertemuan tingkat tinggi ketiga antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un, kemungkinan besar KTT tersebut akan digelar lagi di kawasan Asia Tenggara.
“Kita sudah lihat bahwa Singapura dan Vietnam, dua anggota ASEAN, menjadi negara penyelenggara KTT. Kami harap kemungkinan Indonesia (menjadi tuan rumah) di samping Presiden Joko Widodo pernah menawarkan hal tersebut,” ungkap dia.
Namun, Lim mengaku tidak tahu menahu terkait kapan KTT ketiga antara Trump dan Kim digelar, walaupun rencana ini sempat diharapkan oleh Trump.
Bertemu pertama kalinya di Singapura pada Juni 2018, pertemuan Trump dan Kim nampak hangat. Di Negeri Singa, keduanya sepakat untuk memulai pembicaraan denuklirisasi Korut dan perdamaian Semenanjung Korea.
Kondisi berbeda terlihat ketika Trump dan Kim bertemu untuk kedua kalinya di Hanoi, Vietnam. Keduanya gagal mencapai kesepakatan dengan dalih AS tidak dapat mencabut sanksi ekonomi seperti permintaan Korut.
Trump juga menjadi Presiden pertama Amerika yang masih menjabat, yang mengunjungi Korut dengan melintasi perbatasan negara itu ketika bertemu Kim di zona demiliterisasi (DMZ), Juni 2019.
Dia dan Kim sepakat untuk membentuk tim guna memulai kembali perundingan denuklirisasi yang sempat terhenti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News