"Penyelesaian tersebut menyisakan dua persen yang belum selesai. Namun, itu merupakan permasalahan yang cukup pelik," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Rapat Kerja Kementerian Luar Negeri dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/2/2016).
Maret mendatang, Indonesia berencana mengirim tim Joint Field Survey yang akan meninjau kembali perbatasan darat dengan Timor Leste.
"Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan permasalahan antara Indonesia dan Timor Leste harus secepatnya diselesaikan," tambah Menlu Retno.
Pertengahan Januari lalu, masalah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste kembali memanas. Dikabarkan Timor Leste mengklaim wilayah yang selama ini disengketakan.
"Daerah tersebut masih dalam perundingan hingga saat ini. Segmen batas darat yang sedang dirundingkan sekarang adalah Noel Besi - Citrana dan Bidjael Sunan - Oben," ungkap Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir kepada Metrotvnews.com.
"Saya harus terlebih dahulu cek persisnya di bagian mana jika ini memang benar terjadi," lanjutnya lagi.
Arrmanatha menambahkan bahwa Kementerian Dalam Negeri yang menjadi focal point terkait perbatasan darat ini.
"Ada wakil Kemenlu yang ikut berunding ke sana, namun semua lebih diserahkan kepada pejabat dalam negeri," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News