Najib Razak: Malaysia Menderita jika Dipimpin Oposisi
PM Malaysia, Najib Razak. (Foto: The Star)
Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, Malaysia akan kehilangan semua mitra internasionalnya jika nantinya dipimpin oleh oposisi.

"Ada risiko yang besar jika dipimpin oposisi. Mereka memiliki rencana untuk meninjau kontrak proyek yang telah disetujui dengan Tiongkok, seperti East Coast Rail Line (ECRL)," kata Najib, dikutip dari The Star, Selasa 1 Mei 2018.

"Pembatalan kontrak akan merusak hubungan Malaysia dengan Tiongkok dan mengakibatkan pembalasan ekonomi dari mereka," lanjut dia.


Ia menambahkan, risiko yang ditimbulkan akan sangat besar. Tiongkok diperkirakan akan berhenti membeli minyak kelapa sawit dan sarang burung, serta dampaknya ke sektor pariwisata di Sabah.

"Jelas Malaysia akan menderita. Harus tenang dan rasional dalam memilih pada pesta 9 Mei nanti," tegas Najib.

Najib menyebutkan, keberhasilan ekonomi sebuah negara sangat tergantung pada stabilitas politiknya. "Barisan Nasional-lah yang kuat. Rekam jejak kami berbicara," tukas dia.

Pemilu Malaysia segera digelar pada 9 Mei mendatang. Ada Najib Razak dari partai berkuasa dan Mahathir Mohamad dari partai oposisi. Mereka adalah kandidat yang paling menonjol di reli pemilihan ini.

Jika Pakatan Harapan dan Mahathir menang, maka jalan bagi Anwar Ibrahim --mantan wakil PM saat Mahathir menjabat-- menjadi perdana menteri semakin lebar. Anwar, yang kini masih dipenjara, dijanjikan akan bebas pada Juni tahun ini.




(AGA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id