Dua Koalisi Pemilu Malaysia Saling Klaim Diretas
Pemilu Malaysia 2018. (Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA).
Petalin Jaya: Para pemimpin Koalisi Barisan Nasional dan Pakatan Harapan mengatakan ponsel mereka diretas lewat panggilan dari Amerika Serikat (AS).

"Telepon para pemimpin Barisan Nasional telah mengalami serangan teknis sejak pagi. Panggilan dari luar negeri terus datang setiap detik. Hal ini sepertinya dilakukan untuk mencegah kami berkomunikasi," kata Direktur Komunikasi Strategis Barisan Nasional Datuk Seri Rahman Dahlan, seperti dilansir dari laman The Star, Rabu 9 Mei 2018.

Pemimpin Barisan Pemuda Khairy Jamaluddin mengatakan ada beberapa serangan spam pagi ini yang mampir di ponselnya. "Maaf kepada teman-teman yang tidak bisa menghubungi saya dan tolong hubungi asisten pribadi saya Pak Beh jika ada yang darurat," ucapnya di akun Facebook dia.


Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DAP yang berkoalisi di Pakatan Harapan, Lim Guan Eng mengatakan dia dan pemimpin partai lainnya menerima banyak panggilan dari nomor tak dikenal yang muncul seperti panggilan otomatis dari luar negeri.

Menurut Lim, 'perang siber' di ponsel mereka adalah upaya mencegah anggota berkomunikasi satu sama lain. Dia juga mendesak publik dan anggota partai untuk berhati-hati setiap kali mereka menerima panggilan yang muncul.

Lim menuturkan bahwa asisten pribadinya Tan Khong Chong menerima pesan palsu yang dikatakan berasal darinya. Pesan tersebut berbunyi, "Sejak kemarin ponsel saya diretas dan semua kontak hilang."

Bahkan, kata Lim, telepon milik ayahnya Lim Kit Siang dan sekretaris pers Cheong Yin Fan juga terkena dampak yang sama.

Saat ini, pemilihan umum di Malaysia sedang berlangsung. Kedua kandidat, Mahathir Mohamad yang didukung Pakatan Harapan bersaing dengan petahana Najib Razak dengan dukungan Barisan Nasional.

Pemungutan suara akan dilakukan hingga pukul 5 sore waktu setempat.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id