Warga berkumpul di dekat karangan bunga untuk mengenang korban penembakan di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP / Marty MELVILLE)
Warga berkumpul di dekat karangan bunga untuk mengenang korban penembakan di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP / Marty MELVILLE)

Peringatan Nasional Korban Christchurch Digelar Pekan Depan

Internasional Penembakan Selandia Baru
Arpan Rahman • 24 Maret 2019 15:20
Christchurch: Selandia Baru berencana menggelar prosesi peringatan nasional untuk mengenang para korban tewas penembakan di Christchurch pada 29 Maret mendatang. Penembakan di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret telah menewaskan 50 orang dan melukai puluhan lainnya.
 
Peringatan nasional akan digelar di Christchurch pada Jumat pekan depan, sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat.
 
"Momen peringatan nasional membuka kesempatan bagi Cantabrians (warga Christchurch), masyarakat Selandia Baru dan orang-orang di seluruh dunia untuk bersatu dalam mengenang korban serangan teroris," ucap Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, seperti disitir dari laman AFP, Minggu 24 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku penembakan brutal di Christchurch adalah Brenton Tarrant, seorang pria berusia 28 tahun asal Australia. Sebelum beraksi, Tarrant merilis manifesto, yang salah satunya isinya adalah keyakinan pelaku bahwa Muslim sedang "menginvasi" banyak negara-negara Barat.
 
Saat beraksi, Tarrant menyiarkannya langsung via media sosial Facebook. Tarrant menembak secara membabi-buta dengan senapan semi-otomatis di Masjid Al Noor dan Masjid Lindwood.
 
PM Ardern menolak menyebut nama Tarrant, dan meminta semua orang untuk mengikuti langkahnya. PM Ardern menginginkan media dan semua orang untuk hanya menyebutkan nama-nama korban.
 
"Sepekan setelah serangan teror, perasaan duka dan cinta mengalir deras di negara ini," ujar PM Ardern. "Acara peringatan nasional akan menjadi kesempatan untuk sekali lagi memperlihatkan bahwa masyarakat Selandia Baru itu penuh kasih, inklusif dan beragam, dan kami akan melindungi nilai-nilai itu," tegasnya.
 
PM Ardern telah mendapat banyak pujian atas kesigapannya mengatasi tragedi di Christchurch. Surat kabar The New York Times menuliskan dua artikel utama berjudul, "Amerika membutuhkan pemimpin sebagus Jacinda Ardern" dan "Jacinda Ardern memimpin tanpa mengikuti gaya orang lain."
 
Sebagai bentuk apresiasi, otoritas Dubai menampilkan foto besar PM Ardern di gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Terdapat tulisan "Salam" dan juga "Peace" atau perdamaian di bagian atas dan bawah foto tersebut.
 
Sheikh Mohammed, Perdana Menteri dan juga Wakil Presiden UEA, mengunggah foto Burj Khalifa yang dihiasi wajah PM Ardern di akun Twitter. Ia juga menuliskan ucapan terima kasih atas dukungan Selandia Baru untuk dunia Muslim.
 
Baca:Foto PM Selandia Baru Muncul di Burj Khalifa
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif