"Perdamaian dan keamanan merupakan hal terpenting untuk mencegah dan menyelesaikan konflik kemanusiaan. Perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan, menjaga dan membangun perdamaian," ucap Retno dalam pembukaan 'Regional Training on Women, Peace, and Security', di Fairmont Hotel Jakarta, Senin 8 April 2019.
Menurut Retno, perempuan memiliki sifat alami untuk menciptakan perdamaian. Insting keibuan yang selalu menunjukkan cinta, kepedulian, dan harmoni, sejalan untuk mewujudkan perdamaian tersebut.
"Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari solusi namun juga merupakan sumber bagi perdamaian itu sendiri," tegasnya.
Sayangnya, peran perempuan dalam perdamaian kurang perhatian. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hanya sekitar delapan persen dari negosiator perempuan yang ada di badan internasional tersebut.
Sementara untuk mediator perempuan hanya sekitar dua persen. Padahal, para perempuan memiliki kemampuan berdiplomasi yang andal.
"Kita perlu menggali lagi, mengembangkan lagi potensi yang ada para perempuan, agar bisa berkontribusi lebih dalam hal negosiasi atau mediasi perdamaian," imbuhnya.
Sebanyak 60 diplomat perempuan di wilayah ASEAN, Timor Leste dan Papua Nugini berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menlu Retno mengharapkan training ini menjadi platform bagi diplomat perempuan untuk mengembangkan kapasitas mereka sebagai agen perdamaian, termasuk mencegah konflik.
Region Training on Women, Peace and Security ini merupakan inisiasi dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Kegiatan ini akan berlangsung di Jakarta dari 8 hingga 10 April.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News