Pasukan paramiliter India interogasii warga di wilayah Jammu, setelah India cabut status khusus Kashmir. Foto: AFP.
Pasukan paramiliter India interogasii warga di wilayah Jammu, setelah India cabut status khusus Kashmir. Foto: AFP.

Pakistan Klaim 3 Tentara Tewas Ditembak, India Membantah

Internasional india konflik india-pakistan konflik kashmir
Fajar Nugraha • 16 Agustus 2019 09:45
Islamabad: Pakistan mengatakan bahwa tiga prajuritnya terbunuh dalam baku tembak dengan India di perbatasan Kashmir. Tetapi India membantahnya dan menyebutkan lima prajuritnya juga tewas.
 
“Tiga prajurit kami tewas dalam bakut tembak dengan pihak India di wilayah Kashmir. Saat itu pasukan India melepaskan tembakan di wilayah perbatasan yang dikenal sebagai garis kendali (LoC),” ujar Juru Bicara Militer Pakistan Mayor Jenderal Asif Ghafoor, seperti dikutip CBC, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
“Setelah itu, baku tembak masih berlanjut,” lanjut Ghafoor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun pihak India menolak tuduhan tersebut. "Klaim Pakistan sama sekali tidak berdasar dan fiktif. Kami sangat menolak klaim itu," kata Juru Bicara Angkatan Darat India Kolonel Aman Anand.
 
Sebelumnya muncul laporan tentara Pakistan meningkatkan kehadirannya di sepanjang LoC setelah keputusan India untuk menarik status khusus ke Jammu dan Kashmir. Status itu membagi dua negara menjadi dua wilayah otonomi,-Jammu dan Kashmir, dan Ladakh.
 
Angkatan Darat India juga telah memperkuat kewaspadaannya di sepanjang LoC dan menjaga personelnya dalam siaga tinggi untuk secara efektif menangani setiap ‘kesalahan’ oleh Pakistan.
 
Insiden ini muncul di saat meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan. Kedua negara mengklaim wilayah Kashmir yang mereka bagi. India mencabut status khusus Kashmir pada 5 Agustus 2019 lalu.
 
Perdana Menteri India Narendra Modi mencabut pasal 370 yang mengatur status khusus Kashmir. Menurut Modi, pencabutan status khusus Kashmir ini membantu menyatukan negara dan membuahkan kemakmuran.
 
“Pengaturan lama di Jammu, Kashmir dan Ladakh telah memicu korupsi, nepotisme. Tetapi tidak ada ketidakadilan jika menyangkut hak perempuan, anak-anak, (etnis) Dalits dan komunitas adat,” tegas Modi.
 
Penerapan jam malam diterapkan di Kashmir sejak 4 Agustus, tepat sebelum dekrit presiden dikeluarkan untuk mencabut pasal 370 itu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif