Foto udara memperlihatkan puluhan ribu orang memadati jalanan kota Baghdad, Irak, Sabtu 2 November 2019. (Foto: AFP/STR)
Foto udara memperlihatkan puluhan ribu orang memadati jalanan kota Baghdad, Irak, Sabtu 2 November 2019. (Foto: AFP/STR)

Puluhan Ribu Pedemo Bakar Ban dan Blokade Jalanan Baghdad

Internasional konflik irak irak krisis irak
Arpan Rahman • 04 November 2019 16:02
Baghdad: Puluhan ribu pedemo membakar ban dan juga memblokade sejumlah ruas jalan utama di Baghdad, Irak, Minggu 3 November 2019. Aksi protes ini merupakan kelanjutan dari gelombang unjuk rasa anti-pemerintah yang terjadi sejak awal Oktober lalu.
 
Dikutip dari The Telegraph, Massa menghalangi akses jalan raya dengan palet kayu, kawat berduri dan juga furnitur bekas. Sebagian pengunjuk rasa berkumpul di Lapangan Tahrir, dan ada juga yang menduduki sebuah jembatan dekat Green Zone -- kompleks berdirinya sejumlah gedung pemerintahan Irak.
 
Sejumlah demonstran di Baghdad membawa spanduk bertuliskan "jalan raya ditutup atas perintah rakyat. Salah satu tuntutan pengunjuk rasa Irak adalah perombakan sistem politik negara yang dibentuk usai dimulainya invasi Amerika Serikat pada 2003.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih dari 250 orang tewas sejak aksi protes di Irak dimulai bulan lalu. Banyak dari korban tewas tertembak peluru tajam polisi, dan beberapa lainnya terkena tabung gas air mata.
 
Pertengahan Oktober, Pemerintah Irak mengakui bahwa pasukan keamanan memang terlalu berlebihan dalam menggunakan kekuatan terhadap demonstran. Sejak munculnya pengakuan itu, jumlah korban justru bertambah 100 orang.
 
Sabtu 2 November, Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi menggarisbawahi perlunya menjaga keselamatan pengunjuk rasa. Pernyataan itu disampaikannya dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat keamanan Irak.
 
"Aksi protes mengancam sektor perminyakan. Aksi memblokir jalan menuju beberapa pelabuhan juga telah menyebabkan kerugian besar bagi Irak hingga miliaran dolar," kata PM Mahdi.
 
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa. Namun hal itu tak membuat mereka jera dan unjuk rasa masih berlangsung hingga kini.
 
Gelombang protes merusak stabilitas di Irak yang terjaga sejak hampir dua tahun terakhir. Terlepas dari kekayaan minyak negara tersebut, banyak rakyat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak dari mereka kesulitan mendapat akses air bersih, listrik, perawatan kesehatan dan pendidikan.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif