Penasihat Keamanan Nasional Robert O Brien saat menghadiri KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, 4 November 2019. (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
Penasihat Keamanan Nasional Robert O Brien saat menghadiri KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, 4 November 2019. (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)

AS Tuduh Tiongkok Lakukan Intimidasi di Laut China Selatan

Internasional ktt asean laut china selatan
Willy Haryono • 05 November 2019 09:38
Washington: Amerika Serikat menuduh Tiongkok melakukan praktik intimidasi di Laut China Selatan. Ini merupakan kata-kata terkeras AS sejauh ini terhadap klaim sepihak yang dinyatakan Tiongkok atas perairan sengketa tersebut.
 
Isu Laut China Selatan muncul dalam Konferensi Tingkat Tinggi ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand. AS menuduh Tiongkok melakukan intimidasi, sementara Beijing menuding Washington meningkatkan ketegangan di perairan tersebut.
 
Tiongkok mengklaim hampir keseluruhan Laut China Selatan dengan mendirikan sejumlah instalasi militer. Padahal ada beberapa negara lain yang juga mengklaim sebagian Laut China Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien menyerukan adanya kebebasan bernavigasi di Laut China Selatan saat memimpin delegasi AS di KTT ke-35 ASEAN.
 
"Beijing telah menggunakan praktik intimidasi untuk menghentikan negara-negara ASEAN dalam mengeksplorasi sumber daya alam mereka masing-masing," kata O'Brien, di hari terakhir KTT ASEAN di Bangkok, dikutip dari AFP, Selasa 4 November 2019.
 
"Negara besar tidak seharusnya merundung negara-negara lain," lanjut dia kepada awak media usai berbicara di hadapan perwakilan anggota ASEAN.
 
Saat KTT ke-35 ASEAN ditutup, Kementerian Luar Negeri AS merilis sebuah laporan mengenai strategi Asia-Pasifik. Kata-kata keras terhadap Tiongkok mengenai Laut China Selatan termasuk dalam laporan tersebut.
 
Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa "sembilan garis putus-putus" yang diklaim Tiongkok di Laut China Selatan "tidak berdasar dan tidak memiliki kekuatan hukum."
 
Selama ini AS biasanya hanya mendorong negara-negara pengklaim Laut China Selatan untuk lebih bersuara terhadap Tiongkok mengenai Laut China Selatan. Namun kali ini, AS mengambil posisi sendiri dalam menyuarakan pendapatnya mengenai perairan tersebut.
 
Sembilan garis putus-putus didasarkan pada peta era 1940-an, saat Republik Tiongkok merebut kembali beberapa pulau dari kekuasaan Jepang.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif