PM Mahathir Minta Tiongkok Bantu Masalah Fiskal Malaysia
PM Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) bersama PM Tiongkok Li Keqiang di Beijing, 20 Agustus 2018. (Foto: AFP/Pool/HOW HWEE YOUNG)
Beijing: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad meminta bantuan Tiongkok untuk membantu menangani masalah fiskal Negeri Jiran. Permohonan disampaikan saat PM Mahathir berusaha merevisi beberapa proyek besar Tiongkok di Malaysia.

Pemimpin berusia 93 tahun itu, yang kembali menjadi PM lewat kemenangan mengejutkan dalam pemilihan umum pada Mei, menilai beberapa perjanjian proyek dengan Tiongkok dirasa tidak adil bagi Malaysia.

Dalam konferensi pers dengan PM Tiongkok Li Keqiang di Beijing, PM Mahathir berterima kasih kepada Negeri Tirai Bambu yang sepakat meningkatkan impor produk-produk khas, seperti buah durian.


Namun PM Mahathir juga berharap Tiongkok memberikan sesuatu yang lebih kepada Malaysia.

"Saya meyakini Tiongkok akan memahmi masalah yang sedang kami alami, dan mungkin bersedia membantu kami dalam menyelesaikan sejumlah problem fiskal internal Malaysia," ujar PM Mahathir, seperti dikutip dari AFP.

Tiongkok adalah salah satu mitra dagang terbesar Malaysia, negara yang dihuni etnis Tionghoa dalam jumlah signifikan.

Pekan lalu, PM Mahathir berjanji akan membatalkan atau merevisi sejumlah perjanjian proyek dengan Tiongkok yang dibuat semasa pemerintahan Najib Razak. 

Ia menegaskan bahwa "hal terpenting bagi Malaysia saat ini adalah menghemat uang."

PM Mahathir berusaha memangkas utang nasional Malaysia yang kini sudah membengkak hingga sekitar USD250 miliar atau setara Rp3,6 kuadriliun (3.600 triliun).

Baca: Membandingkan Utang Indonesia dan Malaysia



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id