Tuti Mengadu ke Ibunda Dirinya Diperkosa di Arab Saudi
Ilustrasi oleh Medcom.id
Jakarta: Tuti Tursilawati, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dieksekusi mati di Arab Saudi, mengaku telah diperkosa. Tuti mengutarakan itu ketika dia bertemu dengan ibunya, Ety, di kantor perwakilan Ri di Arab Saudi.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pertemuan Tuti dan Ety terjadi pada 4 April 2018. Sebelum itu keduanya juga sempat dua kali bertemu: pada 2014 dan 2016.

"Kami yang memfasilitasi pertemuan keluarga itu di Arab Saudi," kata Iqbal saat jumpa pers di Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.


Baca juga: Arab Saudi Eksekusi Mati WNI Tuti Tursilawati

Iqbal mengatakan Tuti mendapatkan hukuman tertinggi di Arab Saudi (had gillah). Dia dituding secara sengaja dan terencana membunuh ayah majikannya.

"Betul Tuti pernah mendapat pelecehan seksual. Namun, pada saat dia membunuh tidak sedang terjadi pelecehan seksual. Jadi, tidak bisa dimasukkan dalam kategori perlawanan," terang Iqbal.
 
Baca juga: Indonesia Protes Eksekusi Mati Tuti Tursilawati
 
Menurut Iqbal, situasi dan hukuman buat Tuti bisa saja berbeda andai pemerkosa terbunuh saat terjadi pemerkosaan. Tuti dalam posisi membela diri.

Di sisi lain, pemerkosa Tuti sudah menjalani hukuman. "(Pelaku divonis) melalui persidangan terpisah," kata Iqbal.

Tuti dieksekusi pada 29 Oktober 2018. Dia bekerja di Arab Saudi sejak 5 September 2009 dan bekerja untuk keluarga Suud Malhaq Al Utaibi di Kota Thaif. Diberangkatkan oleh PT Arunda Bayu, Tuti bekerja sebagai penata laksana rumah tangga.
 
Pada 11 Mei 2010, Tuti diketahui membunuh Suud Malhaq Al Utibi dengan cara memukulkan sebatang kayu kepada Suud. Namun pemukulan bukan tanpa sebab, karena tindak pelecehan seksual oleh oleh Suud.
 
Tuti sempat kabur dan membawa uang senilai 31.500 Riyal Arab Saudi atau sekitar Rp142 juta berikut satu buah jam tangan dari rumah keluarga majikannya. Namun Tuti akhirnya ditangkap oleh aparat setempat.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id