Para pengungsi Rohingya takut direpatriasi. Foto: AFP.
Para pengungsi Rohingya takut direpatriasi. Foto: AFP.

Repatriasi ke Myanmar, Pengungsi Rohingya Khawatir Keselamatan

Internasional rohingya
Marcheilla Ariesta • 22 Agustus 2019 08:56
Cox's Bazar: Pengungsi etnis Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh mengatakan mereka tak ingin kembali ke rumah di Myanmar. Para pengungsi ini mengaku ragu mengenai upaya repatriasi.
 
Bangladesh dan Myanmar berencana mulai memulangkan para pengungsi Rohingya per hari ini, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
"Kami tidak ingin kembali sampai keselamatan kami terjamin," kata seorang pengungsi Rohingya, Nur Islam, dilansir dari AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sampai kami mendapat kewarganegaraan di sana," imbuh yang lainnya.
 
Dia mengaku takut jika mereka malah dikirim ke kamp-kamp pengungsi jika kembali ke Myanmar. Pemimpin Komunitas Rohingya, Jafar Alam mengatakan bahwa para pengungsi telah dicekam ketakutan sejak pihak berwenang mengumumkan proses repatriasi yang baru.
 
Upaya repatriasi ini yang pertama kali dilakukan setelah usaha pada November lalu gagal. Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Pengungsi Bangladesh telah mewawancarai lebih dari 200 keluarga terpilih di kamp pengungsi untuk direpatriasi.
 
Komisaris Pengungsi Bangladesh, Mohammad Abul Kalam mengatakan ada lima bus dan dua truk yang disewa untuk membawa para pengungsi kembali.
 
Seorang pejabat PBB mengatakan sebenarnya mereka belum mendapat persetujuan dari para keluarga pengungsi. "Kami belum mendapatkan persetujuan dari mereka (pengungsi) sama sekali," tutur pejabat yang ikut mewawancarai para pengungsi tersebut.
 
Di New York, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa repatriasi harus dilakukan dalam keadaan sukarela.
 
"Setiap pemulangan harus bersifat sukarela dan berkelanjutan serta dijamin keamanannya," seru Dujarric.
 
"Penting bagi para pengungsi memiliki informasi lengkap yang mereka butuhkan untuk dapat membuat keputusan tersebut," imbuh dia.
 
Sekitar 740 ribu warga etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh pada Agustus 2017. Mereka kabur dari serangan militer Myanmar yang membumihanguskan tempat tinggalnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif