Menara Kembar Petronas tertutup kabut asap. (Foto: AFP)
Menara Kembar Petronas tertutup kabut asap. (Foto: AFP)

Kabut Asap Makin Parah, Malaysia Kirim 500 Ribu Masker

Internasional kabut asap indonesia-malaysia
Sonya Michaella • 12 September 2019 09:29
Kuala Lumpur: Pemerintah Malayasia mengirim 500 ribu masker wajah ke Sarawak, di mana tingkat polusi udara meningkat akibat kebakaran hutan yang diklaim berasal dari Indonesia.
 
Indeks polusi udara di Sarawak mencapai tingkat sangat tidak sehat. Di samping itu, otoritas Indonesia telah mengerahkan 16 helikopter untuk membawa bom-bom air yang akan dijatuhkan ke sejumlah titik api di Kalimantan.
 
"Kami sudah mengirimkan 500 ribu masker wajah hari ini ke Sarawak," sebut pernyataan dari Badan Manajemen Bencana Nasional Malaysia, dikutip dari Strait Times, Kamis 12 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badan tersebut juga mengimbau agar masker-masker itu dipakai oleh siswa-siswi yang hendak pergi ke sekolah, terutama yang lokasi sekolahnya cukup dekat dengan sumber kebakaran.
 
Sementara itu, Singapura juga mengklaim kualitas udara mereka mulai memasuki tingkatan tidak sehat akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan dan hutan di Indonesia.
 
Menurut Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura, tingkat kualitas udara dapat menjadi tidak sehat bahkan memburuk apabila situasi kabut asap di Sumatra dan Kalimantan tidak segera teratasi.
 
Sebanyak 537 titik api terdeteksi di Sumatra pada Selasa 10 September 2019. Angka tersebut meningkat tajam dari 380 titik api yang dilaporkan pada sehari sebelumnya.
 
Kondisi tersebut diperburuk dengan adanya 749 titik api yang terdeteksi di Pulau Kalimantan.
 
Namun, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya meminta Malaysia obyektif untuk kasus kabut asap ini. Ia akan mengirimkan nota protes kepada Malaysia lewat perwakilan di Jakarta terkait kabut asap di Sarawak.
 
Siti minta Malaysia membuka informasi yang sebenar-benarnya terkait kabut asap ini. Menurutnya, asap yang masuk ke Malaysia tidak hanya dari Kalimantan.
 
Terkait asap ini, Siti juga menyayangkan sikap Singapura bahwa ada asap dari Riau menuju Singapura. Padahal, kata Siti, titik api atau hotspot di Riau sudah turun.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif