Foto Haziq Abdullah Abdul Aziz dalam potongan video yang diunggah di laman Facebook. (Foto: Facebook/Haziq Abdullah Abdul Aziz)
Foto Haziq Abdullah Abdul Aziz dalam potongan video yang diunggah di laman Facebook. (Foto: Facebook/Haziq Abdullah Abdul Aziz)

Skandal Video Gay, Menteri Malaysia Bertekad Terus Menjabat

Internasional politik malaysia
Willy Haryono • 15 Juni 2019 17:04
Kuala Lumpur: Menteri Urusan Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali bertekad terus menjabat meski sejumlah pihak mendesak dirinya untuk mengambil cuti di tengah penyelidikan kasus video seks yang diduga melibatkan sosok sang menteri dengan seorang pria.
 
Azmin menegaskan akan terus menjabat sebagai menteri dan juga tokoh Pakatan Harapan. Dalam skandal video tersebut, kepolisian telah menangkap pria bernama Haziq Abdullah Abdul Aziz pada Jumat 14 Juni.
 
Pada Rabu kemarin, Haziq mengklaim dua pria di dalam video tersebut adalah dirinya dan menteri Azmin. "Saya tetap fokus menjabat sebagai Menteri Urusan Ekonomi," tegas Azmin, dilansir dari laman The Straits Times, Sabtu 15 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tetap menjabat untuk mendukung Perdana Menteri (Mahathir Mohamad), dan kami akan terus bekerja demi rakyat," lanjut dia kepada awak media di rumahnya di Bukit Antarabangsa.
 
Jumat kemarin, grup aktivis hak-hak sipil Otai Reformasi mendesak Azmin untuk cuti agar memudahkan jalannya penyelidikan oleh kepolisian. Sejauh ini, Azmin mengaku belum dipanggil polisi.
 
"Belum (dipanggil). Mereka telah memanggil sekretaris politik saya (Jumat) kemarin, dan mereka bilang akan melanjutkan investigasi dengan merekam pernyataan saya pada Senin mendatang," ungkap Azmin.
 
Menurut Azmin, skandal video gay ini hanyalah sebuah permainan "politik kotor." Ia menegaskan menyerahkan masalah ini sepenuhnya ke kepolisian.
 
"Sejak skandal video pertama kali muncul, saya yakin ini hanya permainan politik, dan saya telah menyatakan bahwa tidak akan memaafkan siapapun di balik itu," sebut Azmin.
 
"Tapi karena penyelidikan telah berjalan, maka biarkan saja pihak berwenang menjalankannya, dan tidak boleh ada pihak manapun yang mengintervensi," lanjut dia.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif