Komunitas Aborigin di Australia dianggap tidak diperhatikan pemerintah. (Foto: Anadolu).
Komunitas Aborigin di Australia dianggap tidak diperhatikan pemerintah. (Foto: Anadolu).

Australia Janjikan Referendum Pengakuan Aborigin dalam Konstitusi

Internasional australia Aborigin
Arpan Rahman • 11 Juli 2019 19:16
Canberra: Australia akan mengadakan referendum penting untuk mengakui penduduk Aborigin dalam konstitusi dalam waktu tiga tahun.
 
Penduduk asli Aborigin dan Selat Torres hidup di tanah itu selama puluhan ribu tahun sebelum penjajahan Inggris. Mereka membentuk sekitar tiga persen dari populasi saat ini. Tetapi sejauh ini tetap menjadi komunitas yang paling dirugikan di Negeri Kanguru.
 
Pendukung reformasi mengatakan pengakuan itu akan membantu menghilangkan diskriminasi penduduk asli dan Kepulauan Selat Torres sambil menciptakan identitas nasional yang lebih inklusif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kampanye untuk memasukkan mereka dalam konstitusi telah memicu perdebatan sengit di Canberra.
 
Tetapi pekan lalu, Scott Morrison, perdana menteri yang berhaluan kanan, setuju bekerja sama dengan partai oposisi Partai Buruh. Kedua pihak membuka jalan bagi Menteri Urusan Adat Ken Wyatt untuk menjanjikan referendum konstitusi mengenai masalah ini dalam jangka waktu tiga tahun parlemen saat ini.
 
Wyatt mengakui, dalam pidatonya di Canberra, bahwa "ada beragam pandangan" di negara itu mengenai pemberian pengakuan konstitusional kepada para pemukim pertama di Australia.
 
"Saya siap berdampingan dengan masyarakat di segala haluan politik, semua sisi komunitas kami untuk mendengar pandangan mereka dan mencapai titik di mana mereka dapat setuju," katanya, dikutip dari Telegraph, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Wyatt, yang sejak Mei lalu menjadi Aborigin Australia pertama yang mengusung portofolio urusan adat, berkata pertanyaan yang diajukan kepada warga Australia untuk pemungutan suara harus dibuat dengan cermat.
 
"Terkadang kita bisa bercita-cita untuk hasil yang optimal, tetapi kita juga harus menerima bahwa ada elemen pragmatis untuk sebuah referendum konstitusional dan saya lebih suka kita dalam jiwa bangsa ini menang pada referendum daripada menderita kerugian," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif