Anak perempuan berusia enam tahun dan adik laki-lakinya meninggal dunia pada Selasa 4 Juli 2017 setelah terinfeksi rabies di daerah pedesaan Malaysia.
Menurut pemerintah lokal Sarawak dan menteri perumahan Sim Kui Hian, ada tiga orang yang terkonfirmasi terinfeksi rabies. Banyak kasus rabies pada manusia berasal dari gigitan anjing,
“Dua dari tiga kasus telah terkonfirmasi… dan (pasien) telah diberitakan meninggal dunia,” katanya. “Mereka didiagnosa mengalami kerusakan pada otak dan, orangtua mereka menyetujui untuk mencabut alat life support."
Ia mengatakan satu pasien lainnya masih berada dalam "kondisi kritis."
Noor Hisham Abdullah, direktur umum kesehatan Malaysia, mengatakan kepada AFP bahwa kasus ini merupakan kematian pertama terkait rabies di Negeri Jiran selama hampir 20 tahun.
Sim mengatakan tim kesehatan di Serian telah mengunjungi 19 desa pada Selasa kemarin dan memeriksa sekitar 6,000 orang. Sejauh ini, hanya ada tiga kasus manusia tertular rabies yang telah terkonfirmasi.
Pemerintah telah meminta semua anjing di daerah tersebut untuk divaksinasi anti rabies.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies menyebabkan peradangan pada otak dan saraf tulang belakang, dan selalu hampir berujung kematian.
WHO menambahkan WHO banyak menyerang kalangan menengah ke bawah yang tinggal di pedesaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News