Pesawat Air China Kehilangan Tekanan Kabin dalam Penerbangan

Arpan Rahman 12 Juli 2018 19:11 WIB
pesawat
Pesawat Air China Kehilangan Tekanan Kabin dalam Penerbangan
Pesawat Air China (di belakang) diselidiki atas insiden di Hong Kong (Foto: AFP).
Hong Kong: Pihak berwenang Tiongkok sedang melakukan penyelidikan setelah pesawat Air China melakukan tindakan darurat di ketinggian 3.048 meter. Di saat itu, masker oksigen dikeluarkan, sebelum kemudian ketinggian naik lagi untuk melanjutkan penerbangan ke tujuannya.
 
Biro timur laut pada Lembaga Penerbangan Sipil (CAA) mengatakan di situsnya bahwa penerbangan Boeing 737 CA106 dari Hong Kong ke Dalian sedang terbang, pada Selasa 10 Juli, dengan 153 penumpang dan sembilan awak.
 
Tidak ada cedera yang dilaporkan dan pesawat tidak rusak, katanya, menambahkan bahwa mereka sedang memeriksa perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit guna memastikan yang terjadi.
 
Pesawat itu turun dari 35.000 kaki menjadi 10.000 kaki dalam 10 menit seperti praktik standar dalam kejadian dekompresi, menurut data FlightRadar24, kemudian naik dan melanjutkan penerbangan di ketinggian puncak 26.600 kaki menuju ke bandara terdekat untuk mendarat.
 
Pakar industri berpendapat keputusan untuk naik dan melanjutkan penerbangan itu tidak biasa mengingat masker oksigen telah dikeluarkan dan muncul risiko peristiwa dekompresi lain bisa terjadi setelah pasokan satu kali dari 12 hingga 20 menit masker oksigen habis.
 
"Para kru tidak akan dapat secara akurat menilai jumlah oksigen darurat yang tersedia," kata mantan kepala keamanan Qantas, Ron Bartsch.
 
"Menurut saya, pilot dalam tugas seharusnya mendarat di bandara terdekat," cetusnya, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis 12 Juli 2018.
 
Seorang penumpang yang hanya menyebut nama belakangnya sebagai Wang berkata kepada Kantor Berita Tiongkok yang dikelola pemerintah bahwa penumpang diberitahu bahwa kabin pesawat mengalami dekompresi.
 
Situs web berita Tiongkok, Sina, melaporkan tekanan kabin sudah kembali dipulihkan dan pesawat mulai naik lagi meskipun masker oksigen telah dikeluarkan.
 
Sina mengutip penumpang lain yang mengaku bahwa mereka mengalami ketakutan kedua menjelang akhir penerbangan, ketika sebuah pengumuman dibuat meminta penumpang untuk mengenakan masker oksigen meskipun isinya sudah habis. Namun, awak kabin menepisnya sebagai alarm palsu, katanya.
 
Pada 2000, sebuah penerbangan Alaska Airlines mengalami masalah tekanan dan masker oksigen yang dikerahkan, turun kembali ke 10.000 kaki. Setelah masalah teratasi, pilot melanjutkan penerbangan, mencapai ketinggian puncak 41.000 kaki.
 
Kedua pilot itu kemudian dilucuti dari lisensi mereka. Badan Transportasi Nasional Amerika Serikat mengatakan kapten itu "secara sadar dan tidak perlu memaparkan 88 penumpang dan tiga anggota awak kabin ke kemungkinan yang signifikan dari cedera otak yang tiba-tiba atau serius atau kematian dalam peristiwa pesawat mengalami masalah tekanan udara lainnya".
 
Surat kabar yang disokong negara, Beijing News, mengutip sumber tanpa nama, mengatakan bahwa anggota awak telah merokok selama penerbangan Air China.
 
Air China sedang menyelidiki insiden itu. Dikatakan di akun resmi Weibo pada Rabu bahwa kejadian itu akan menunjukkan "toleransi nol" jika awaknya ditemukan melakukan kesalahan.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360