Menlu Jepang: Kami Buka Lowongan untuk Pekerja Asing
Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono di World Economic Forum, Hanoi. (Foto: Japan Times).
Hanoi: Jepang bersiap untuk menerima lebih banyak pekerja asing. Ini dilakukan karena Negeri Sakura mengalami penurunan populasi yang sangat drastis.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengatakan negaranya akan mendapat nilai tambah dengan menerima orang asing. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Hanoi, Vietnam.

"Kami tidak dapat mempertahankan masyarakat kami seperti itu. Jadi Jepang akan terbuka untuk mencari pasar tenaga kerja dari negara-negara asing," kata Kono, seperti dilansir dari Japan Today, Jumat 14 September 2018.


"Saat ini kami mencoba membuat kebijakan izin kerja baru, jadi saya pikir semua orang akan diterima di Jepang jika mereka bersedia berbaur ke dalam masyarakat," imbuhnya.

Jepang secara tradisional menolak menerima pekerja migran, namun mereka mengurangi pembatasan itu kala ekonominya merosot. Banyak orang Jepang merasa tidak nyaman jika harus bekerja dengan orang lain karena bahasa dan kultur yang berbeda.

Meski demikian, ada jutaan orang asing yang tinggal di Jepang, termasuk mereka yang bekerja di program terkait pelatihan teknis mau pun industri pelayanan, seperti restoran, konstruksi atau perawat orang tua.

Secara bertahap Tokyo mengendurkan pembatasan tenaga kerja dan memungkinkan keluarga menyewa pengurus rumah tangga. Jepang juga memiliki program pendek untuk mendatangkan perawat asing dari Indonesia dan negara lainnya.

"Ini bagus untuk memiliki keragaman, dan ada baiknya kita memiliki kebijakan terbuka," pungkas Kono.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id