Pegawai perusahaan kereta api di Nanchang, Tiongkok, melepas kepergian staf medis menuju Wuhan pada 13 Februari 2020. (Foto: AFP/STR)
Pegawai perusahaan kereta api di Nanchang, Tiongkok, melepas kepergian staf medis menuju Wuhan pada 13 Februari 2020. (Foto: AFP/STR)

Sempat Direvisi, Angka Kematian Korona Lampaui 1.500

Internasional Virus Korona
Willy Haryono • 15 Februari 2020 07:39
Beijing: Angka kematian akibat virus korona Covid-15 telah melampaui 1.500 per hari ini, Sabtu 15 Februari 2020. Jumat kemarin, jumlah korban tewas direvisi Pemerintah Tiongkok dari kisaran 1.400-an menjadi 1.380.
 
Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat ada 143 kematian pada Sabtu ini. Sementara jumlah kasus baru di hari yang sama mencapai 2.641 -- sebagian besar di provinsi Hubei.
 
Lebih dari 66 ribu orang di Tiongkok kini telah terinfeksi virus korona Covid-19. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, ibu kota dari provinsi Hubei pada akhir Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 143 kematian terbaru, empat di antaranya terjadi di luar Hubei. Ini menjadikan total kematian akibat korona di Tiongkok mencapai 1.523, dengan tiga lainnya masing-masing satu korban tewas di Filipina, Hong Kong dan Jepang.
 
Revisi angka kematian sempat dilakukan karena otoritas Tiongkok mengakui adanya sejumlah korban tewas yang dihitung dua kali.
 
Otoritas Tiongkok menutup rapat Hubei, atau dengan kata lain mengkarantina sekitar 56 juta orang di provinsi tersebut. Beberapa kota di provinsi lain juga ditutup pemerintah yang berusaha menekan penyebaran Covid-19.
 
Jumat kemarin, otoritas Tiongkok mengatakan 1.716 pekerja medis telah terinfeksi virus korona Covid-19. Enam dari mereka meninggal.
 
Sebagian besar infeksi di kalangan pekerja medis terjadi di Wuhan. Banyak dari mereka terkena virus korona Covid-19 karena kurangnya pasokan masker serta alat pengaman saat bekerja.
 
Tewasnya enam staf medis Tiongkok terjadi satu pekan usai kematian seorang dokter yang pertama kali mengingatkan ancaman virus korona Covid-19. Saat memperingatkan ancaman itu pada Desember lalu, sang dokter justru ditangkap dan dibungkam polisi di Wuhan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif