Sebuah kapal kecil berada di dekat Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang, 4 Februari 2020. (Foto: AFP/STR)
Sebuah kapal kecil berada di dekat Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang, 4 Februari 2020. (Foto: AFP/STR)

Sepuluh Orang di Kapal Pesiar Jepang Positif Korona

Internasional Virus Korona jepang
Willy Haryono • 05 Februari 2020 07:49
Tokyo: Sedikitnya 10 orang di dalam sebuah kapal pesiar yang dikarantina di lepas pantai Jepang telah terkonfirmasi positif terjangkit virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV). Kapal bernama Diamond Princess yang membawa 3.711 orang itu telah dikarantina sejak Selasa kemarin.
 
Karantina dilakukan usai seorang pria yang pernah naik kapal tersebut positif terjangkit korona. Pria tersebut naik ke Diamond Princess dari Hong Kong.
 
Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengatakan bahwa spesimen telah dikumpulkan dari sekitar 200 orang di atas Diamond Princess yang berada di perairan Yokohama. Sejauh ini, 31 hasil tes telah keluar, dan 10 di antaranya positif korona nCoV.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejak pukul 07.30 pagi, kami mengeluarkan mereka (10 orang terjangkit) dari kapal. Bekerja sama dengan penjaga pantai, kami mengirim mereka ke organisasi medis," tutur Kato, dikutip dari laman AFP, Rabu 5 Februari 2020.
 
Penumpang lainnya dan jajaran kru diminta tetap berada di kapal pesiar tersebut selama 14 hari. Kato mengatakan periode tersebut merupakan konsensus medis yang menyatakan virus korona nCoV memiliki masa inkubasi dua pekan.
 
Jumlah korban tewas virus korona nCoV kembali bertambah dan kini sudah mendekati angka 500 per Rabu ini. Angkanya di Tiongkok kini mencapai 490 orang, sementara dua kematian lainnya terjadi di luar negara tersebut, yakni di Filipina dan Hong Kong.
 
Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat total infeksi korona di seantero Negeri Tirai Bambu saat ini mencapai 24.324.
 
Lebih dari 20 negara telah mengonfirmasi kemunculan virus korona nCoV. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan status darurat global terkait virus varian baru ini, yang diyakini pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019.
 
Selasa kemarin, WHO mengatakan sejumlah langkah yang dilakukan Tiongkok telah menciptakan "kesempatan" untuk menghentikan penyebaran virus korona.
 
WHO juga menyerukan adanya solidaritas yang lebih kuat dari komunitas global.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif