Perdana Menteri interim Malaysia, Mahathir Mohamad. (Foto: The Star).
Perdana Menteri interim Malaysia, Mahathir Mohamad. (Foto: The Star).

Partai Bersatu Resmi Terima Pengunduran Diri Mahathir Sebagai Ketua

Internasional politik malaysia
Marcheilla Ariesta • 29 Februari 2020 14:05
Petaling Jaya: Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) menerima pengunduran diri Perdana Menteri sementara Malaysia Mahathir Mohamad yang diajukan pada 24 Februari lalu. Padahal, partai ini sempat meminta Mahathir mempertimbangkan kembali keputusannya.
 
Dalam sebuah pernyataan yang diumumkan Sabtu, 29 Februari, Presiden Bersatu Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan mereka menerima pengunduran diri pria 94 tahun tersebut.
 
Dia mengatakan bahwa Pasal 16.9 dari konstitusi partai menyatakan bahwa jika ketua mengundurkan diri atau dipecat, presiden partai memegang posisi tersebut sampai pemilihan ketua partai diadakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena kita belum memiliki pemilihan ketua baru partai, sebagai presiden, saya akan mengambil alih peran ketua sampai pemilihan itu diadakan," katanya dalam pernyataan yang dikutip The Star.
 
Pada Senin pekan lalu, tepatnya 24 Februari, Mahathir mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri. Keputusannya tersebut membuat Negeri Jiran dalam keadaan tak menentu karena seluruh Kabinet dipaksa mengundurkan diri juga.
 
Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menyetujui pengunduran diri Mahathir, namun kemudian, di hari yang sama Raja mengangkatnya kembali sebagai perdana menteri sementara.
 
Kemudian, Raja mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni bertemu hampir semua anggota parlemen selama dua hari. Tujuan pertemuan itu untuk menentikan siapa yang mendapat kepercayaan mayoritas di Parlemen.
 
Mahathir mengklaim dirinya masih mendapat kepercayaan dari Parlemen, sehingga dia mengindikasikan siap untuk menjabat kembali sebagai perdana menteri. Begitu pula Anwar Ibrahim, Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang menyatakan dirinya mendapat dukungan dari koalisi yang berkuasa, Pakatan Harapan.
 
Namun, pada Jumat malam, cukup mengejutkan bahwa nama Muhyiddin diusung oleh United Malays National Organisation (UMNO) dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS) dan seluruh 36 anggota parlemen Bersatu.
 
Raihan dukungan Muhyiddin sedikit lebih tinggi dari Anwar Ibrahim, ketua PKR yang berada dalam koalisi Pakatan Harapan (PH). Anwar berkukuh dirinya meraih dukungan mayoritas DPR untuk menjadi PM baru di Malaysia. Pakatan yang terdiri dari koalisi tiga partai saat ini memiliki 92 kursi.
 
Dalam tulisan di Twitter pada Jumat malam, Anwar mengatakan semua anggota parlemen yang mendukung dirinya telah menyampaikan dukungannya itu secara personal.
 
"Saya tahu bahwa sejumlah anggota parlemen di 'kubu lain' tidak senang bahwa para petinggi partai telah mencuri suara mereka," tulis Anwar.
 
"Pakatan Harapan memiliki cukup dukungan. Mari kita lihat bagaimana proses demokratik ini berjalan," sambungnya.
 
Sementara itu, Mahathir Mohamad mengatakan telah setuju untuk kembali menjadi kandidat perdana menteri dari koalisi berkuasa Pakatan Harapan (PH). Dia akan bersatu kembali dengan sekutunya, Anwar Ibrahim, dan melanjutkan koalisi PH yang membawa mereka dalam kemenangan pada pemilu 2018.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif