Presiden Rodrigo Duterte peringatkan polisi Filipina tidak main-main dalam memberantas narkoba (Foto: AFP).
Presiden Rodrigo Duterte peringatkan polisi Filipina tidak main-main dalam memberantas narkoba (Foto: AFP).

Duterte Ingatkan Polisi untuk Serius dalam Perang Narkoba

Internasional filipina Rodrigo Duterte
Arpan Rahman • 05 Maret 2018 16:02
Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memerintahkan polisi dan tentara Filipina agar tidak bekerja sama dalam penyelidikan perang maut terhadap obat-obatan terlarang. Peringatan Duterte muncul di tengah seruan internasional agar digelar penyelidikan eksternal.
 
Negara-negara Barat dan kelompok hak asasi manusia (HAM) sudah menyatakan kekhawatiran atas pembunuhan oleh polisi yang melibatkan lebih dari 4.000 korban sejak Duterte mulai menjabat pada Juni 2016. Ditambah ratusan pembunuhan pengguna narkoba oleh orang-orang bersenjata yang tidak dikenal.
 
"Ketika menyangkut hak asasi manusia, atau siapa pun pelapornya, pesan saya kepada Anda: jangan menjawab. Jangan repot-repot," kata Duterte dalam sebuah pidato di hadapan unit polisi elit bersenjata di kota asalnya Davao, pada Kamis pekan lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan siapakah Anda yang mau mencampuri cara saya menjalankan negara saya? Anda tahu betul bahwa kita dirusak narkoba," Duterte menambahkan, seperti disitat Guardian, Senin 5 Maret 2018.
 
Filipina, pada Selasa lalu, menyambut baik penyelidikan PBB mengenai kampanye anti-narkotika Duterte. Namun tidak jika dilakukan oleh pelapor khusus PBB saat ini mengenai pembunuhan di luar hukum, Agnes Callamard, yang telah dituduh Manila sebagai bias dan tidak memenuhi syarat.
 
Jaksa penuntut pidana internasional telah membuka pemeriksaan pendahuluan atas sebuah pengaduan yang menuduh Duterte dan pejabat tinggi Filipina melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Duterte mengatakan bahwa dia menyambut baik itu dan bersedia "membusuk di penjara" demi melindungi warga Filipina.
 
Pembela HAM mengatakan bahwa banyak pembunuhan oleh polisi dalam perang narkoba telah mencapai eksekusi. Polisi menolak tuduhan tersebut, seraya mengatakan bahwa mereka harus memakai kekuatan mematikan karena para tersangka dipersenjatai dan menolak penangkapan.
 
Meskipun mendapat kritik atas kampanye anti-narkotika berdarah Filipina, Duterte tetap populer dan merupakan pejabat publik paling terpercaya di negara itu, menurut jajak pendapat.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif