medcom.id, Lahore: Sedikitnya enam orang tewas dan 30 luka-luka setelah ledakan menghantam sebuah bangunan di daerah perbelanjaan kelas atas di Lahore, Pakistan, Kamis 23 Februari.
Para pejabat setempat menyebutkan insiden itu menjadi yang terbaru dalam gelombang kekerasan ekstremis.
"Ini serangan bom," kata Nayab Haider, juru bicara polisi provinsi Punjab. Sementara jubir tim penyelamat Deeba Shehnaz merinci jumlah korban, seperti dilansir AFP, Kamis 23 Februari 2017.
Tayangan televisi menunjukkan bangunan yang meledak itu terbakar dan beberapa mobil hancur dengan jendela pecah.
Ledakan itu terjadi di sekitar kawasan elit Defence Housing Authority pinggiran kota, yang penuh dengan butik kelas atas dan kafe serta akademi salon rambut internasional Toni & Guy.
Ledakan terjadi sehari setelah militer mengumumkan peluncuran sebuah operasi anti-teroris secara nasional setelah rangkaian serangan mematikan yang telah menewaskan lebih dari 130 orang dalam dua pekan terakhir.
Gelombang serangan, termasuk ledakan bom sebelumnya di Lahore, pada 13 Februari, yang menewaskan 14 orang, dan serangan bunuh diri yang menghancurkan di kuil suci Sufi di Provinsi Sindh, yang menewaskan 90 peziarah.

Foto: AFP.
Serangan, yang diklaim oleh kelompok militan Islamic State (ISIS) dan faksi Taliban Pakistan, merusak optimisme yang tumbuh atas keamanan di negara itu setelah beberapa keberhasilan dalam peperangan sepanjang 15 tahun melawan militan.
Munculnya ISIS dan kebangkitan Taliban akan menjadi pukulan besar bagi Pakistan. Para analis mengatakan, serangan tampaknya bersifat terkoordinasi seperti yang dilakukan oleh militan gabungan.
Pakistan menuduh tetangganya Afghanistan menyembunyikan para militan yang telah melakukan serangan. Kabul dan Islamabad secara rutin saling tuding sekaligus menjadi surga bagi militan.
"Musuh mengambil keuntungan dari gejolak di Afghanistan untuk melancarkan serangan teroris di kawasan Pakistan," kata seorang jubir kementerian luar negeri kepada wartawan dalam konferensi pers reguler, Kamis, di saat pihaknya mengutuk serangan.
Islamabad melancarkan tindakan keras menanggapi sejumlah serangan. Seraya mengatakan telah menewaskan puluhan "teroris" dalam beberapa hari terakhir dan melakukan serangan udara di tempat persembunyian gerilyawan sepanjang perbatasan Afghanistan sebelum mengumumkan operasi militer terbaru, Rabu 22 Februari.
Para analis mengatakan, militer sedang berusaha membatasi pergerakan militan dari satu tempat ke tempat lain dengan melakukan operasi nasional.
"Operasi ini pada dasarnya akan menargetkan tempat-tempat persembunyian dari militan di provinsi Punjab dan membatasi gerakan mereka," kata analis pertahanan dan pensiunan jenderal Talat Masood kepada AFP.
Pakistan telah menjadwalkan final kriket Liga Super Pakistan yang sangat populer di Lahore bulan depan, meskipun gelombang kekerasan meruyak. Pertandingan ini bagian dari upaya membawa laga kriket internasional kembali ke negara itu, menjanjikan keamanan "setingkat kepala negara" bagi para pemain asing yang turun bertanding.
Lahore, ibu kota provinsi Punjab dan metropolis terbesar kedua di Pakistan, juga dilanda serangan atas bus tim kriket Sri Lanka pada 2009. Pakistan belum pernah menjadi tuan rumah pertandingan kriket tingkat tinggi yang dikunjungi tim tamu sejak saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News