Kementerian Luar Negeri melalui Juru Bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa pihak Kemenlu menerima info dari KJRI Sydney bahwa Kamis 7 April malam terjadi pembunuhan terhadap satu WNI benama Miming Listiyani.
"Iya, kita menerima info semalam dari KJRI Sydney bahwa Kamis malam terjadi pembunuhan terhadap satu WNI yang ada di Sydney," kata Arrmanatha saat ditemui dalam acara Destinasi Eropa, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (9/4/2016).
Menurut Arrmanatha, pihak keluarga sudah menerima kabar ini dari laporan KJRI Sydney. Hingga saat ini, koordinasi dengan kepolisian setempat dengan KJRI terus aktif dilakukan.
"Intinya KJRI siap membantu apapun yang diperlukan nantinya," imbuhnya.
Karena proses masih berlangsung, pihak Kemlu masih dalam tahap kesiapan terkait apa yang dibutuhkan dan pihak kepolisian juga masih investigasi serta menstruktur yg terjadi.
"Kita lihat dulu apa yang dibutuhkan polisi maupun pihak keluarga, KJRI dan Kemlu siap membantu," katanya.
Kata pria yang akrab disapa Tata itu, KJRI menginfokan bahwa korban memiliki visa dan memilik permanen residen. Namun belum dapat info lengkap apakah korban berstatus pelajar atau pekerja visitor.
Tata mengungkapkan bahwa hal utama saat ini adalah keluarga korban yang juga tinggal di Sidney sudah diberi tahu, berikutnya harus ada izin dari keluarga terkait apa yang akan disampaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News