NEWSTICKER
Keluarga dari penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370. Foto: AFP
Keluarga dari penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370. Foto: AFP

Mantan PM Australia Sebut MH370 Jatuh dalam Aksi Bunuh Diri

Internasional misteri mh370 australia
Fajar Nugraha • 19 Februari 2020 16:26
Canberra: Mantan Perdana Menteri Australia Tony Abbott melayangkan klaim bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 sengaja dijatuhkan oleh pilot dalam bunuh diri massal. Abbot mengaku mendapatkan kabar itu dari pejabat tinggi Malaysia.
 
Pesawat Malaysia Airlines menghilang pada 8 Maret 2014 dengan membawa 239 orang -,kebanyakan dari Tiongkok,- dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.
 
Tidak ada tanda-tanda pesawat ditemukan di zona pencarian Samudera Hindia yang mencapai 120.000 kilometer persegi. Pada akhirnya pencarian yang dipimpin Australia dan yang terbesar dalam sejarah penerbangan, ditangguhkan pada Januari 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah perusahaan eksplorasi Amerika Serikat (AS) meluncurkan perburuan pribadi pada 2018 tetapi berakhir setelah beberapa bulan menjelajahi dasar laut tanpa hasil.
 
Hilangnya pesawat telah lama menjadi subjek dari sejumlah teori - mulai dari yang dapat dipercaya hingga yang aneh. Teori ini termasuk pilot veteran Zaharie Ahmad Shah yang telah menjadi sosok yang jahat.
 
Dalam kutipan dari film dokumenter Sky News yang disiarkan Rabu 19 Februari, Abbott mengklaim bahwa dia diberitahu dalam waktu seminggu menghilang bahwa Malaysia percaya sang pilot Zaharie Ahmad Shah sengaja menjatuhkan pesawat jenis Boeing 777-200 itu.
 
"Pemahaman saya yang sangat jelas dari tingkat paling atas Pemerintah Malaysia adalah bahwa sejak awal, mereka mengira itu adalah bunuh diri oleh pilot," kata Abbott dalam dokumenter tersebut, yang dikutip AFP, Rabu, 19 Februari 2020.
 
“Izinkan saya mengulangi, saya ingin benar-benar jernih dipahami pada tingkat tertinggi bahwa ini hampir pasti bunuh diri oleh pilot, sebuah pembunuhan massal oleh pilot,” tegasnya.
 
Keluarga dan teman-teman Zaharie telah sejak lama menolak keras klaim semacam itu sebagai tidak berdasar.
 
Azharuddin Abdul Rahman, mantan kepala regulator penerbangan sipil Malaysia, mengkritik pernyataan Abbott dan mengatakan tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung gagasan itu.
 
"Itu hanya teori," Azharuddin, yang memimpin otoritas penerbangan Malaysia ketika Penerbangan MH370 menghilang, mengatakan kepada AFP.
 
“Melakukan spekulasi ini dan itu akan menyakiti kerabat dekat. Keluarga pilot juga akan merasa sangat buruk karena tuduhan tanpa bukti,” tegasnya.
 
Pada tahun 2016, pejabat Malaysia mengungkapkan pilot telah merencanakan jalur di atas Samudera Hindia pada simulator penerbangan rumah tetapi menekankan ini tidak membuktikan bahwa ia sengaja menabrakkan pesawat.
 
Sebuah laporan akhir tentang tragedi yang dirilis pada 2018 menunjukkan kegagalan oleh kontrol lalu lintas udara dan mengatakan arah pesawat diubah secara manual. Tetapi mereka gagal menghasilkan kesimpulan yang tegas, membuat kerabat marah dan kecewa.
 
Enam penumpang dari MH370 adalah warga Australia, termasuk empat dari negara bagian Queensland, tempat Premier Annastacia Palaszczuk pekan ini menyarankan pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan atas kematian mereka.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif