Pesawat mata-mata AS tipe RC-135 W atau Rivet Joint. (Foto: US Air Force)
Pesawat mata-mata AS tipe RC-135 W atau Rivet Joint. (Foto: US Air Force)

Pesawat AS Lintasi Semenanjung Korea Jelang Pidato Kim

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Arpan Rahman • 01 Januari 2020 16:07
Pyongyang: Sebuah pesawat mata-mata Amerika Serikat terbang di Semenanjung Korea pada Selasa 31 Desember 2019. Penerbangan dilakukan satu hari menjelang pidato tahun baru pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
 
Aircraft Spot, sebuah situs pemantau penerbangan, merlis data mengenai pergerakan pesawat mata-mata RC-135 W atau biasa juga disebut Rivet Joint. Menurut Aircraft Spot, pesawat tersebut terbang di ketinggian 31 ribu kaki di dekat Korut.
 
Pekan kemarin, Aircraft Spot menyebutkan adanya empat pesawat mata-mata AS, termasuk RC-135 S Cobra Ball dan RQ-4 Global Hawk, yang terbang di dekat Semenanjung Korea.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Disitir dari UPI, militer AS telah mengerahkan sejumlah pesawat pengintai ke sekitar Semenanjung Korea sejak akhir November, usai Korut melakukan uji coba misil jarak pendek. Uji coba tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian antara Korut dan Korsel yang disepakati tahun 2018.
 
Sementara itu, Kim mengumumkan bahwa dirinya sudah tidak lagi terikat pada moratorium misil jarak jauh dan uji coba nuklir. Ia juga mengingatkan akan adanya aksi "mengejutkan" -- termasuk mengumumkan senjata baru -- jika Amerika Serikat tidak juga mengubah sikapnya terkait dialog nuklir.
 
Pada April 2018, Kim mengumumkan bahwa Korut "sudah tidak membutuhkan" lagi uji coba misil atau nuklir. Pengumuman kala itu membantu membuka jalan menuju dialog langsung antara Korut dan AS.
 
Kim dan Presiden AS Donald Trump pun akhirnya bertemu. Dua pertemuan berlangsung dalam skema formal, dan yang ketiga informal. Namun hingga kini, belum ada kemajuan berarti dalam negosiasi kedua negara.
 
Dalam pernyataan terbaru di awal tahun 2020, Kim terlihat tidak sepenuhnya ingin menyudahi negosiasi dengan AS. Namun ia menampilkan sikap dan posisi yang lebih tegas terhadap AS.
 
"DPRK akan terus mengembangkan senjata strategis demi keamanan negara hingga AS mau mengubah kebijakannya," ujar Kim dalam keterangan yang dirilis kantor berita Korean Central News Agency (KCNA).
 
"Dunia akan menyaksikan senjata strategis baru DPRK di masa mendatang, tidak begitu jauh dari saat ini," sambung dia.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif