Masyarakat Jepang memenuhi stasiun untuk memulai liburan Golden Week. (Foto: AFP).
Masyarakat Jepang memenuhi stasiun untuk memulai liburan Golden Week. (Foto: AFP).

Masyarakat Jepang Antusias Sambut Golden Week

Internasional jepang kaisar jepang
Marcheilla Ariesta • 30 April 2019 13:55
Tokyo: Masyarakat Jepang menyambut penyerahan takhta dari Kaisar Akihito ke Naruhito dengan penuh kegembiraan.
 
Sebagai perayaan penobatan kaisar baru, pemerintah Jepang memberlakukan libur nasional selama 10 hari. Rangkaian hari libur ini disebut sebagai Pekan Emas atau Golden Week, yang merupakan momen liburan di musim semi.
 
Pekan Emas pada tahun ini berlangsung 29 April dan dilanjutkan pada 3 hingga 6 Mei. Sementara libur suksesi kaisar baru pada 30 April hingga 2 Mei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena waktu libur yang sangat panjang, masyarakat akan pergi berbondong-bondong ke bioskop, atau tinggal di rumah menonton upacara penyerahan takhta.
 
Meski senang menyambut Golden Week, sebagian masyarakat mengaku akan merindukan Kaisar Akihito. Sang kaisar saat ini memegang gelar 'Joko' yang berarti 'Kaisar Agung.'
 
"Saya pikir Kaisar dicintai oleh semua masyarakat," kata seorang warga bernama Morio Miyamoto, dilansir dari laman BBC, Selasa 30 April 2019.
 
"Citranya (sang kaisar) adalah sosok penyayang, yang menyemangati rakyatnya saat terjadi bencana. Ia juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat," imbuh dia.
 
Warga lainnya, Mikiko Fujii, menilai Akihito sudah bekerja sangat keras sebagai Kaisar. "Kaisar bekerja sangat keras selama 30 tahun sehingga saya berharap penyerahan tongkat kepada kaisar baru akan berjalan dengan lancar," terangnya.
 
Sebagian warga lainnya merasa sedih harus kehilangan sosok kaisar agung. Mereka juga khawatir bagaimana era baru di Jepang akan berlangsung nantinya.
 
"Saya sedih, tetapi juga berharap tentang era berikutnya. Saya berharap ini akan menjadi periode yang damai dan lembut untuk paruh kedua hidup saya," tutur Masatoshi Kujirai, dalam perjalanannya ke kuil Shinto.
 
Mengenakan jubah cokelat keemasan dan topi berwarna hitam, Kaisar Jepang Akihito memulai seremoni turun takhta Selasa 30 April pagi waktu setempat. Ritual turun takhta ini merupakan kali pertama dalam 200 tahun terakhir sejarah kekaisaran Jepang.
 
Akihito akan menyerahkan takhta kepada putra tertuanya, Putra Mahkota Pangeran Naruhito yang berusia 59 tahun. Penyerahan takhta akan dilakukan lewat serangkaian ritual sederhana.
 
Saat nanti Naruhito menjadi kaisar, era kekaisaran di Jepang akan berganti nama dari Heisei menjadi Reiwa. Reiwa, atau harmoni yang indah, akan dipakai sebagai nama era selama masa kekuasaan Naruhito.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif