Raja Thailand Maha Vajiralongkorn keluarkan dekrit kerajaan untuk pelaksanaan pemilu. (Foto: AFP).
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn keluarkan dekrit kerajaan untuk pelaksanaan pemilu. (Foto: AFP).

Raja Thailand Keluarkan Dekrit Pelaksanaan Pemilu

Internasional politik thailand thailand
Fajar Nugraha • 23 Januari 2019 14:46
Bangkok: Raja Thailand mengeluarkan dekrit kerajaan yang mendukung pemilihan umum pertama sejak kudeta 2014. Sementara tanggal pemilihan yang telah lama ditunda yang diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat.
 
Keputusan itu, yang diterbitkan dalam Suratkabar Kerajaan, menyerukan pemilihan umum "pemilihan anggota parlemen" dan memberi waktu lima hari kepada Komisi Pemilihan Thailand untuk mengumumkan kapan akan mengadakan pemilu ini.
 
Pemilihan akan menjadi yang pertama sejak junta menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra hampir lima tahun lalu, menulis ulang konstitusi, memberangus perbedaan pendapat dan menunjuk sekutu militer penting di seluruh birokrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Junta mengatakan pemilihan akan diadakan selambat-lambatnya pada akhir Februari. Tetapi restu yang terlambat oleh Raja Maha Vajiralongkorn, mungkin membuat pemilu mundur selama beberapa minggu.
 
Dekrit tersebut berarti kampanye dapat dimulai secara resmi, meskipun sejumlah partai baru telah memulai pertemuan dan rekrutmen.
 
Para pengamat mengatakan militer memposisikan dirinya akan kembali ke pemerintah melalui partai perwakilannya.Pemimpin junta Prayut Chan-O-Cha akan memancing peran sebagai pemimpin sipil setelah pemilihan.
 
Partai Phalang Pracharat yang memiliki kaitan dengan junta dan dipimpin oleh anggota kabinet junta mengadakan upaya perekrutan di wilayah pedesaan yang menjadi basis kekuatan Yingluck dan saudaranya Thaksin. Thaksin digulingkan dari kekuasaan oleh kudeta sebelumnya pada 2006.
 
Masih ada pertanyaan tentang apakah Pheu Thai, partai utama Shinawatras, masih mendapatkan kepercayaan suara dari warga miskin Negeri Gajah Putih. Lumbung suara mereka umumnya berada di wilayah miskin, pedesaan utara dan timur laut. Mereka saat ini mencari kekuatan tanpa ada dua sosok utama di partai.
 
Baik Thaksin dan Yingluck tetap berada di pengasingan untuk menghindari hukuman yang menurut mereka bermotivasi politik. Thaksin meluncurkan podcast mingguan yang membagikan pandangannya tentang masyarakat dan ekonomi Thailand, sementara Yingluck beberapa kali menyebarkan foto kegiatannya di pengasingan.
 
Sekalipun saingan junta meraih hasil baik dalam pemilihan, pemerintah sipil baru mana pun bisa dihancurkan oleh konstitusi yang ditulis oleh militer. Konstitusi ini memungkinkan untuk majelis tinggi sepenuhnya ditunjuk oleh junta, sementara menanamkan strategi 20 tahun yang mengatur segala sesuatu dari ekonomi ke kebijakan pendidikan Thailand.
 
"Anda bisa menyebutnya demokrasi hibrid," kata Somjai Phagaphasvivat, seorang analis politik dan akademisi di Universitas Thammasat.
 
Ketidakpastian tanggal pemilihan umum memicu demonstrasi kecil di Bangkok bulan ini, tetapi para analis tidak mengharapkan kembalinya segera ke protes jalanan yang keras dan melumpuhkan yang menentukan politik Thailand sejak jatuhnya Thaksin. Pemilu ini diperkirakan akan diadakan sebelum penobatan raja Thailand pada awal Mei.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi