Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidato mengenai Taiwan di Beijing, 2 Januari 2019. (Foto: AFP/MARK SCHIEFELBEIN)
Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidato mengenai Taiwan di Beijing, 2 Januari 2019. (Foto: AFP/MARK SCHIEFELBEIN)

Tiongkok Tetap Pertimbangkan Opsi Militer Atas Taiwan

Internasional politik tiongkok taiwan
Willy Haryono • 02 Januari 2019 11:53
Beijing: Tiongkok tetap mempertimbangkan kekuatan militer sebagai salah satu opsi untuk memastikan reunifikasi Taiwan. Demikian disampaikan Presiden Xi Jinping, Rabu 2 Januari 2019, yang berkukuh Taiwan pada akhirnya akan kembali bergabung dengan pulau utama Tiongkok.

"Kami tidak bisa berjanji tidak akan menggunakan kekuatan (militer). Beijing mempertimbangkan semua opsi dan langkah terhadap kekuatan asing yang mengintervensi reunifikasi damai dan aktivitas separatisme kemerdekaan Taiwan," ujar Xi, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Pernyataan disampaikan Xi dalam sebuah pidato peringatan 40 tahun disampaikannya pesan dari Tiongkok kepada Taiwan pada 1979. Kala itu, Tiongkok menyerukan kepada reunifikasi dan diakhirinya konfrontasi militer terhadap Taiwan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Xi menyebut unifikasi melalui pendekatan "Satu Negara, Satu Sistem" akan "melindungi kepentingan dan kesejahteraan warga Taiwan." "Tiongkok harus dan akan bersatu, yang merupakan keharusan dalam kebangkitan rakyat di era baru," ungkap Xi.  Baca: Militer Tiongkok Tegaskan Upaya Gagalkan Pemisahan Taiwan

Selasa kemarin, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengingatkan bahwa rakyatnya tidak akan menyerah dalam mencapai kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan tidak dirasakan masyarakat di pulau utama.

Presiden Tsai menambahkan, Tiongkok "harus menghormati keinginan 23 juta rakyat yang menginginkan kebebasan dan demokrasi". Dia juga menyerukan kepada Tiongkok untuk "menggunakan cara-cara damai dalam menyelesaikan perbedaan pandangan."

Negeri Tirai Bambu masih memandang Taiwan sebagai bagian dari negara yang akan direunifikasi, meski pemerintah dua kubu sudah berjalan sendiri sejak berakhirnya perang sipil di pulau utama Tiongkok pada 1949.

Taiwan mengklaim sebagai negara berdaulat, dengan mata uang, sistem politik dan yudisial sendiri. Namun hingga kini Taiwan belum secara formal mendeklarasikan kemerdekaan dari pulau utama Tiongkok.


(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi