Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)

Penyelesaian Isu Palestina Harus Berdasar Hukum Internasional

Internasional palestina israel
Marcheilla Ariesta • 29 Januari 2020 14:03
Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana perdamaian Timur Tengah terkait konflik Israel dan Palestina yang dinilai terlalu menguntungkan Negeri Bintang Daud. Indonesia menilai penyelesaian masalah Palestina harusnya berdasarkan hukum internasional.
 
"Penyelesaian masalah Palestina seharusnya didasarkan pada hukum internasional dan parameter yang telah disepakati oleh dunia internasional," kata pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, kepada Medcom.id, Rabu 29 Januari 2020.
 
Faizasyah menambahkan, posisi Indonesia tetap konsisten jika mengenai isu Palestina. Menurutnya, Indonesia akan terus berpegang teguh pada amanah konstitusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, menghidupkan kembali dialog untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah perlu dilakukan.
 
"Indonesia mendorong dihidupkannya kembali dialog yang melibatkan para pihak demi tercapainya stabilitas dan perdamaian abadi," ungkapnya.
 
Dalam rencana yang disampaikan Trump, AS mendukung Yerusalem sebagai "ibu kota seutuhnya" Israel. Padahal, Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.
 
Tidak hanya itu, rencana perdamaian Timur Tengah ala Trump juga membiarkan Israel menganeksasi sejumlah permukiman di Tepi Barat yang merupakan milik Palestina.
 
Rencana Trump memaparkan sebuah visi mengenai status negara berdaulat Palestina di masa mendatang. Disebutkan bahwa Palestina nantinya bisa menjadi sebuah negara jika bisa memenuhi sejumlah syarat.
 
Salah satu syaratnya adalah Palestina tidak boleh memiliki kekuatan militer, atau istilah lainnya demiliterisasi.
 
Berdiri di podium Gedung Putih, Trump mencoba menyampaikan visinya mengenai Palestina dan Israel di masa mendatang. Menurutnya, rencana investasi senilai USD50 miliar atau setara Rp681 triliun dapat menghapuskan penderitaan masyarakat Palestina, dan di waktu yang bersamaan tetap menjamin sektor keamanan Israel.
 
Mengkritik rencana perdamaian yang disusun beberapa pemerintahan AS terdahulu, Trump menyebut versinya memiliki 80 halaman dan juga meliputi sebuah peta posisi negara Israel dan Palestina di masa mendatang.
 
Palestina menentang keras rencana 'damai' yang diumumkan Trump tersebut. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan perjanjian konspirasi itu tidak akan pernah disetujui.
 
"Masyarakat kami akan membuangnya ke tempat sampah sejarah," tuturnya.
 
Dalam pengumumannya, Trump mengatakan Israel sebaiknya tetap menguasai kota tersebut sebagai "ibu kota seutuhnya." Di waktu bersamaan, Trump menyebut masyarakat Palestina dapat mendeklarasikan ibu kota di dalam Yerusalem Timur yang diduduki Israel.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif