Akibatnya, ribuan warga Myanmar melarikan diri ke perbatasan Tiongkok.
"Ribuan orang telah menyeberang ke Tiongkok," ujar seorang pejabat pemerintah Tiongkok, seperti dikutip Asian Correspondent, Sabtu 11 Maret 2017.
Bentrokan antara militer Myanmar dan etnis Kokang yang tergabung dalam Myanmar National Democratic Alliance Army (MNDAA) ini dilaporkan terjadi di perbatasan Myanmar dan Tiongkok.
Menanggapi konflik ini, Tiongkok menyerukan gencatan senjata dilakukan sesegera mungkin. Mereka juga mendesak pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan konflik tersebut secara damai.
Sementara, pejabat Palang merah Myanmar di Kota Laukkai, Saw Shwe Myint, mengatakan bahwa kini di sisi perbatasan Myanmar, sekitar 300 orang tengah berupaya melarikan diri ke Kota Chinshwehaw yang berdekatan dengan wilayah itu.
Para pengungsi yang tinggal di kamp penampungan sebagian besar merupakan penduduk lokal dan buruh migran yang berasal dari luar wilayah Laukkai.
Kondisi serupa juga pernah terjadi pada 2015 lalu, di mana puluhan ribu orang melarikan diri dari bentrokan yang terjadi antara MNDAA dan aparat keamanan negara tersebut.
Selain Kokang, Myanmar juga masih menghadapi pemberontakan dari sejumlah etnis minoritas lain, termasuk Rohingya di perbatasan dengan Bangladesh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News