Sekumpulan unggas di sebuah peternakan di Prancis, 22 Februari 2017. (Foto: AFP/GEORGES GOBET)
Sekumpulan unggas di sebuah peternakan di Prancis, 22 Februari 2017. (Foto: AFP/GEORGES GOBET)

Flu Burung Merebak di Filipina, 600.000 Unggas Mati Mendadak

Marcheilla Ariesta • 16 Agustus 2017 14:52
medcom.id, Manila: Sedikitnya 600.000 unggas mati mendadak akibat flu burung di Filipina.
 
Kasus pertama flu burung terdeteksi di provinsi Pampanga, sekitar 75 kilometer ke utara dari ibu kota Manila. Flu ini langsung menyebar ke 36 peternakan lainnya, dan membuat hampir 40.000 burung mati.
 
"Saya meminta kepada pasukan keamanan Filipina untuk bekerja bersama kami, menolong kami mengosongkan peternakan yang terjangkit flu burung," ujar Menteri Agrikultur Emmnuel Pinol dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu, 16 Agustus 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"600 ribu unggas bukan pekerjaan biasa. Personel kami menghadapi situasi sulit dan kami kekurangan orang," lanjut dia.
 
Pinol menyebut, pemerintah Filipina memiliki sekurangnya 200 orang di area tersebut. Sayangnya, hal tersebut tidak sebanding dengan banyaknya burung mati yang mencapai 20.000 ekor di tiap wilayah.
 
Brigadir Jenderal Rodel Mairo Alarcon mengatakan, sedikitnya 300 tentara telah dikirim ke provinsi itu pada Kamis lalu. Tugas mereka membakar ayam, burung puyuh dan bebek.
 
Virus H5N1
 
"Pasukan Keamanan Filipina dan Angkatan Bersenjata Filipina 100 persen mendukung hal ini," tegas Alarcon.
 
Dia menambahkan, pasukannya terlebih dahulu diberi pakaian pelindung dan beberapa dosis obat Tamiflu. Tujuannya adalah melindungi mereka melawan infeksi yang mungkin terjadi.
 
Sementara itu, dua pekerja peternakan yang sakit telah diperiksa. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Eric Tayag menyebutkan hasil tes keduanya menunjukkan mereka negatif terjangkit virus.
 
Virus H5N1 atau yang lebih sering dikenal dengan Virus Flu Burung juga pernah terjadi di Indonesia. Sejak 2005 hingga kini, Indonesia masih memerangi virus mematikan tersebut.
 
UNICEF menyebutkan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di garis depan melawan penyakit yang mematikan ini.
 
Sejak 2003, penyakit ini telah menyebar dari burung-burung di Asia ke Timur Tengah, Eropa dan Afrika.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif