NEWSTICKER
Keberhasilan misi evakuasi ini didukung faktor kedekatan hubungan Indonesia dan Tiongkok. (Foto:Medcom.id/Marcheilla)
Keberhasilan misi evakuasi ini didukung faktor kedekatan hubungan Indonesia dan Tiongkok. (Foto:Medcom.id/Marcheilla)

Menlu Apresiasi Kerja Tim Evakuasi WNI dari Wuhan

Internasional Virus Korona indonesia-tiongkok
Marcheilla Ariesta • 18 Februari 2020 18:21
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim pendahulu KBRI Beijing dan tim evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Hubei, Tiongkok. Tim ini melakukan evakuasi pada 2 Februari 2020 lalu.
 
"Saya ingin sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, bergotong royong, bekerja sama membantu evakuasi saudara-saudara kita dari Hubei, Indonesia," kata Retno di Kementerian Luar Negeri dalam acara 'Penyambutan Tim Aju dan Tim Evakuasi WNI dari Wuhan', Jakarta, Selasa 18 Februari 2020.
 
Retno menjelaskan dia bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melepas 42 tim evakuasi yang terdiri dari diplomat, anggota TNI, kru dan awak kapal Batik Air, serta pegawai Kementerian Kesehatan. Pada 2 Februari para tim evakuasi memulangkan 237 WNI, satu WNA, beserta lima tim pendahulu (aju) KBRI Beijing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah dipulangkan, mereka semua diobservasi di Natuna. Pada 15 Februari kemarin, para tim evakuasi dan WNI sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
 
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di Natuna yang telah menerima saudara-saudara kami selama masa observasi 14 hari," imbuh Retno.
 
Ketua Tim Aju KBRI Beijing Arianto Surojo juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mempercayakan mereka untuk menjalankan misi evakuasi WNI.
 
"Pemerintah benar-benar hadir menjalankan diplomasi untuk melindungi WNI di mana pun mereka berada. Kami bersyukur atas arahan Menlu Retno yang selalu memantau dan mengawal keberhasilan misi evakuasi tersebut," serunya.
 
Arianto menuturkan keberhasilan misi evakuasi ini didukung faktor kedekatan hubungan Indonesia dan Tiongkok. Dia menambahkan pemerintah Tiomngkok banyak memberikan kemudahan bagi proses evakuasi.
 
"Semuanya memerlukan izin, mulai dari izin mendarat hingga flight clearance. Sementara itu, Provinsi Hubei juga masih dalam kondisi lockdown. Maka dari itu, semua pergerakan perlu dinegosiasikan dari level Kemenlu Tiongkok hingga ke kantor luar negeri di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," imbuh dia.
 
Usai bertemu dengan Wakil Direktur Jenderal Kantor Luar Negeri Tiongkok di Wuhan pada 1 Februari, Arianto menuturkan bahwa pemerintah Tiongkok sangat mengapresiasi bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia yakni masker dan baju pelindung.
 
Arianto menyebut bahwa tantangan terberat tim aju KBRI Beijing adalah mengumpulkan WNI yang tersebar di Provinsi Hubei. KBRI menyiapkan lima titik kumpul di Kota Wuhan dan sejumlah titik lainnya di Xianning, Huangshi, dan Jingzhou.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif