Korban luka gempa bumi diangkut tentara ke helikopter milik India di pegunungan Gorkha, Nepal, Selasa (28/4/2015) -- AFP / SAJJAD HUSSAIN
Korban luka gempa bumi diangkut tentara ke helikopter milik India di pegunungan Gorkha, Nepal, Selasa (28/4/2015) -- AFP / SAJJAD HUSSAIN

Helikopter Angkut Korban Gempa dari Pegunungan Nepal

Willy Haryono • 28 April 2015 17:40
medcom.id, Gorkha: Helikopter melintasi wilayah pegunungan tinggi di distrik Gorkha, Nepal, Selasa (28/4/2015), untuk mengangkut korban luka ke rumah sakit terdekat dan menyalurkan bantuan darurat ke desa terpencil.
 
Sekitar tengah hari tadi, dua helikopter mengangkut delapan perempuan dari desa Ranachour, dua di antara mereka menggendong bayi dan satu lainnya hamil. 
 
"Ada banyak korban luka di desa saya," ujar Sangita Shrestha, perempuan yang sedang mengandung, seperti dikutip Associated Press.

Kota kecil Gorkha dijadikan titik berkumpulnya tim penyelamat dan penyimpanan bantuan darurat untuk sejumlah wilayah terpencil di Nepal. Beberapa desa di Nepal hanya bisa diakses melalui udara, setelah jalur darat tertutup tanah longsor. 
 
Beberapa wanita di Gorkha menangis kesakitan saat hendak diangkut ke helikopter. Sita Karki meringis saat tentara mengangkatnya. 
 
"Saat gempa terjadi, sebuah tembok jatuh dan menimpa saya. Kaki saya patah," tutur Karki. 
 
Data resmi korban tewas sejauh ini mencapai 4.352 orang, dengan lebih dari 8.000 lainnya terluka. Jumlah pasti korban belum dapat diketahui hingga petugas mampu mencapai sejumlah desa yang "rata dengan tanah" di area-area terpencil. 
 
"Korban tewas dapat terus meningkat hingga 10 ribu karena informasi dari desa-desa terpencil yang terkena gempa bumi belum masuk," kata Koirala. 
 
Terdapat beberapa korban tewas di luar Nepal, yakni 18 di Gunung Everest, 61 di India dan 25 di pegunungan Tibet, Tiongkok.
 
Sejumlah ahli kegempaan menyebut daratan Kathmandu diduga sudah bergeser sekitar tiga meter. Ini diperkirakan berdasarkan data seismologi dari gelombang suara yang merambat di lapisan tanah setelah gempa.  
 
Berbagai negara asing dan organisasi internasional sudah mulai berdatangan untuk membantu korban Nepal. Upaya mereka terhambat keterbatasan akses bandara dan belum pulihnya jaringan listrik serta komunikasi.  
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan