Ketimpangan Ekonomi Jadi Tantangan Indonesia dan Kanada
Perayaan Canada Day di Jakarta dihadiri oleh Dubes Kanada untuk Indonesia (Foto: Marcheilla Ariesta).
Jakarta: Indonesia dan Kanada merupakan dua negara demokrasi. Dewasa ini, tantangan demokrasi semakin kuat dihadapi kedua negara, salah satunya melawan gerakan populis nasionalis.
 
Duta Besar Kanada untuk Indonesia Peter MacArthur mengatakan saat ini negaranya juga dibuat kerepotan oleh mereka yang menganut paham populis nasionalis tersebut.
 
"Saat ini aturan hukum internasional di bawah tekanan yang meningkat. Negara demokrasi, seperti Kanada dan Indonesia, saat ini tengah menghadapi tantangan baru. Selain berita palsu, ketimpangan ekonomi juga menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Kanada dan Indonesia," ucap MacArthur dalam perayaan Canada Day di Jakarta, Senin 2 Juli 2018.
 
Dia menuturkan selama lebih dari 70 tahun, Kanada telah membantu membangun sistem multilateral yang mendorong kemakmuran. Dibutuhkan, imbuh dia, sistem yang bisa memenangkan kebebasan dan demokrasi di dunia.
 
MacArthur menambahkan, sama seperti Indonesia, Kanada juga terus berusaha membela hak asasi manusia, keadilan dan hukum. "Ini termasuk untuk warga Kanada yang tinggal di luar negeri," tukasnya.
 
Sementara itu, Duta Besar Kanada untuk ASEAN Marie-Louise Hannan juga menambahkan Kanada terus mempererat hubungan dengan ASEAN.
 
"Hubungan dekat kami dengan ASEAN sebagai mitra dialog sudah memasuki usia 41 tahun. Kedekatan kami akan terus tumbuh dan semakin erat dalam menghadapi tekanan dari tantangan global," tambah dia.
 
Hadir dalam perayaan Canada Day 2018, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir dan sejumlah pejabat serta Duta Besar negara sahabat yang ada di Indonesia.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id