Mahendra Siregar (kanan) ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Foto: KJRI San Francisco
Mahendra Siregar (kanan) ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Foto: KJRI San Francisco

Mahendra Siregar, Diplomat yang Mumpuni dalam Hal Ekonomi

Internasional Kabinet Jokowi-Maruf Mahendra Siregar
Fajar Nugraha • 25 Oktober 2019 13:37
Jakarta: Nama Mahendra Siregar sudah tidak asing lagi dalam struktur birokrasi Indonesia. Selain sebagai diplomat, Mahendra kental dengan kiprahnya di bidang ekonomi.
 
Tokoh kelahiran Jakarta 17 Oktober 1962 kiprah Mahendra lebih sering dikenal di bidang ekonomi.
 
Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Mahendra memulai kariernya di Kementerian Luar Negeri (Departemen Luar Negeri) pada 1986. Pos penting yang pernah dipegang Mahendra Siregar antara lain:
  1. Kementerian Luar Negeri (1986-2001), Sekretaris tiga bidang Ekonomi.
  2. KBRI London (1992–1995) dan Duta informasi KBRI Washington DC (1998–2001).
  3. Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2001-2004).
  4. Deputi Kerjasama Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2004-2009).
  5. Ketua Dewan Direktur dan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/Indonesia Eximbank (2009-2010).
  6. Wakil Menteri Perdagangan (2009-2011).
  7. Wakil Menteri Keuangan (2011-2013).
  8. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2013-2014).
  9. Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Penguatan Program-Program Prioritas (2017-2019).
  10. Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (2019).
Karier Mahendra memang bukan hanya di Kemenlu saja tetapi juga di Kementerian Koordinator Perekonomian di 2001. Lulusan S2 Ekonomi Monash University Australia ini pernah menjabat sebagai Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional dari tahun 2005 hingga 2009. Ia menempati jabatan itu dengan tiga Menko Perekonomian berbeda yaituAburizal Bakrie (2005-2006),Boediono (2006-2008), dan Sri Mulyani Indrawati (2008-2009).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Darah ekonomi sepertinya memang kental. Pria tiga anak ini juga pernah menempati posisi sebagai direktur utama pada Indonesia Eximbank. Tidak hanya itu, dia juga pernah menjabat sebagai komisaris beberapa perusahaan yaitu PT Dirgantara Indonesia (2003-2008) dan PT Aneka Tambang pada 2008-2009.
 
Tidak hanya di birokrasi, Mahendra juga tidak pelit untuk membagikan ilmu dan kemampuannya. Sepanjang 2015-2017, dia ditunjuk sebagai staf pengajar lepas di Asia Competitiveness Institute, Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore. Mahendra juga mengajar di Bank Indonesia Institute sejak 2016.
 
Kemampuannya untuk berdiplomasi, bernegosiasi dan menembus jaringan internasional, menjadi pertimbangan kuat bagi Mahendra ditempatkan di posisi baru ini.
 
Hal ini dibuktikan juga dengan kiprahnya menjabat sebagai Direktur Council Palm Oil Producing Countries (CPOPC) sejak November 2015. CPOPC memiliki tugas untuk melawan kampanye negatif mengenai sawit yang selama ini digalang oleh Eropa.
 
Isu diskriminasi ini menjadi tugas utama Mahendra bersama dengan Menlu Retno Marsudi. Tugas khusus ini termasuk menjaga dan mengamankan keberlanjutan industri sawit Indonesia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif