Menteri Urusan Ekonomi Malaysia Azmin Ali. (Foto: The Star)
Menteri Urusan Ekonomi Malaysia Azmin Ali. (Foto: The Star)

Menteri Ekonomi Malaysia Tolak Anwar Ibrahim Jadi PM

Internasional malaysia politik malaysia
Sonya Michaella • 29 Juli 2019 19:12
Kuala Lumpur: Menteri Urusan Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali disebut-sebut menentang perjanjian pengambilalihan posisi perdana menteri Malaysia dari Mahathir Mohamad ke Anwar Ibrahim.
 
Pernyataan ini datang setelah Azmin dan Anwar dilaporkan bersitegang terkait skandal video mesum sesama jenis yang melibatkan Azmin. Ia menyebut komentar Anwar merusak karir politiknya.
 
"Saya setuju dengan Parti Islam se-Malaysia (PAS) dan UMNO jika Mahathir terus menjalani masa jabatan penuh sebagai perdana menteri, tak dilimpahkan ke orang lain," kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) ini, dikutip dari Channel News Asia, Senin 29 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Azmin, Mahathir adalah orang yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Malaysia dan menghapuskan Malaysia dari utang-utang yang pernah dibuat Najib Razak.
 
"Kepemimpinan Mahathir diperlukan untuk memastikan stabilitas, kontinuitas dan konsistensi kebijakan pemerintah untuk mendorong investasi serta menciptakan lapangan kerja dan kemakmuran bagi semua," ungkapnya.
 
Sementara itu, PAS dan UMNO telah menyatakan dukungannya terhadap Mahathir untuk terus menjabat sebagai perdana menteri hingga masa jabatannya berakhir.
 
Bulan lalu, publik Negeri Jiran dihebohkan dengan video mesum yang melibatkan Azmin dan pria bernama Haziq Abdullah Abdul Aziz. Ia mengklaim dua pria di dalam video tersebut adalah dirinya dan menteri Azmin.
 
Namun, menurut Azmin, skandal video gay ini hanyalah sebuah permainan "politik kotor." Ia menegaskan menyerahkan masalah ini sepenuhnya ke kepolisian.
 

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif