Bom yang menghantam Sri Lanka telah menewaskan 359 jiwa. (Foto: AFP).
Bom yang menghantam Sri Lanka telah menewaskan 359 jiwa. (Foto: AFP).

Keterlibatan Keluarga Kaya dalam Pengeboman Sri Lanka

Internasional Ledakan Sri Lanka
Fajar Nugraha • 25 April 2019 07:48
Kolombo: Di balik pengeboman yang terjadi di Sri Lanka, terungkap fakta menyedihkan dimana satu keluarga terpandang, dicurigai sebagai jantung operasi teror pada hari Paskah itu.
 
Kepolisian Sri Lanka mengatakan, setidaknya tiga pelaku bom bunuh diri berasal dari keluarga kaya yang sama. Sang pemimpinn keluarga adalah salah satu pedagang rempa yang paling sukses di negeri ini.
 
Baca juga: Pengebom Bunuh Diri Sri Lanka Dididik di Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dua putranya melakukan serangan pada Minggu,” menurut penegak hukum, seperti dikutip The Washington Post, Kamis, 25 April 2019.
 
Kemudian pada hari yang sama di sore hari pada 21 April, ketika polisi memasuki kediaman keluarga, menantu perempuannya meledakkan bahan peledak, membunuh dirinya sendiri dan tiga petugas.
 
Peran yang dimainkan oleh keluarga dalam serangan dahsyat yang menewaskan 359 orang adalah salah satu dari beberapa perincian baru tentang pengeboman. Fakta yang muncul hari ini terjadi ketika Sri Lanka terus memakamkan korban tewas dan penyelidik berlomba untuk memahami apakah para pelaku mendapat bantuan dari luar negeri.
 
Kelompok yang melepaskan serangan ke Sri Lanka termasuk sembilan pengebom bunuh diri itu meledakkan bahan peledak di gereja, hotel dan di dalam rumah milik keluarga.
 
Adapun pemimpin serangan adalah seorang pria bernama Zaharn Hashim, yang diyakini berusia 40-an. Selama ini Hashim menguraikan pandangan ekstremis dalam khotbah online. Pihak berwenang mengatakan pemimpin kelompok itu melakukan serangan bunuh diri di Hotel Shangri-La di Kolombo.
 
“Para pengebom itu adalah kelompok sempalan radikal yang memisahkan diri dari militan setempat yang disebut National Thowreek Jamaath,” sebut Menteri Pertahanan Sri Lanka, Ruwan Wijewardene, kepada wartawan. Beberapa dari mereka sebelumnya pernah berselisih dengan hukum atas pelanggaran ringan.
 
“Pelaku itu termasuk ‘orang-orang yang cukup berpendidikan’ dari latar belakang yang nyaman. Seorang pelaku belajar di Inggris dan mengejar gelar master di Australia,” katanya.
 
Pihak berwenang mengatakan mereka sudah berhasil mengidentifikasi delapan dari sembilan pelaku, tetapi menolak memberikan detail karena penyelidikan masih berlangsung. Parlemen Sri Lanka pun meloloskan aturan kepada polisi dan militer untuk menahan para tersangka. Tidak hanya itu, pihak berwenang juga menerapkan jam malam.
 
Keluarga terhormat
 
Dematagoda adalah tipikil lingkungan mewah yang dipenuhi rumah yang besar. Sebuah tiga lantai yang dimiliki oleh pengusaha dikenal dengan Y.M Ibrahim, dikelilingi garis polisi.
 
Para tetangga banyak berbicara hal baik mengenai Ibrahim. Bagi mereka, Ibrahim adalah sosok yang sederhana kemudian menjadi kaya setelah menjadi pedagang rempah seperti lada dan kayu manis.
 
Juru Bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekara mengatakan Ibrahim menjadi salah satu dari 60 orang yang ditangkap usai serangan itu.
 
Seorang warga, Piyal Siriwardena, menyuarakan sosok Ibrahim yang dekat dengan tetangganya. “Dia orang baik dan murah hati. Saya benar-benar terkejut,” ungkap Siriwardena.
 
Tetangga lain melihat keluarga Ibrahim tertutup, khususnya para perempuan. Sementara beberapa orang lainnya melihat putra Ibrahim kerap memperlihatkan gestur berbeda ketika salat, yang seringkali diasosiasikan dengan Salafi.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif