Banding Dua Wartawan Reuters di Myanmar Digelar Bulan Ini
Wa Lone, jurnalis Reuters (tengah), digiring polisi di Yangon, 3 September 2018. (Foto: AFP/YE AUNG THU)
Yangon: Dua wartawan kantor berita Reuters yang ditahan otoritas Myanmar dijadwalkan menghadiri sidang banding di sebuah pengadilan di Yangon bulan ini. Wa Lone, 32 dan Kyaw Soe Oo, 28, dinyatakan bersalah di bawah undang-undang rahasia negara Myanmar pada September lalu.

Keduanya ditangkap polisi usai meliput pembunuhan terhadap 10 etnis Rohingya selama operasi militer Myanmar tahun lalu. Wa Lone dan Kyaw Soe telah ditahan hampir 12 bulan, usai divonis tujuh tahun penjara.

Vonis terhadap keduanya memicu kecaman internasional, termasuk dari Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence.


Pengacara keduanya, Than Zaw Aung, mengatakan kepada media AFP bahwa sidang banding dijadwalkan berlangsung pada 24 Desember di pengadilan regional Yangon. "Sulit untuk memprediksi berapa lama proses banding ini akan berlangsung," ujar Than Zaw, Sabtu 8 Desember 2018.

"Kami berharap kedua klien kami dibebaskan tanpa syarat," lanjutnya. Wa Lone dan Kyaw Soe akan tetap berada di balik jeruji besi selama proses banding berjalan.

Vonis terhadap dua jurnalis Reuters dijatuhkan di tengah kritik dunia internasional kepada Myanmar atas permasalahan Rohingya yang tak kunjung rampung serta dugaan pembantaian yang dilakukan militer Myanmar di Rakhine.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menuduh militer Myanmar telah melakukan pembunuhan massal, perkosaan dan pembakaran yang dinilai dapat dikategorikan sebagai "pembersihan etnis."

Myanmar menyangkal sebagian besar tuduhan. Tetapi mengakui telah terjadi pembunuhan 10 pria dan anak laki-laki Rohingya oleh militer dan sekelompok warga lokal di desa Inn Din.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id