Ribuan warga mengungsi di tenda darurat karena khawatir terkena gempa susulan di Kathmandu, Nepal, Minggu (26/4/2015) -- AFP / PRAKASH MATHEMA
Ribuan warga mengungsi di tenda darurat karena khawatir terkena gempa susulan di Kathmandu, Nepal, Minggu (26/4/2015) -- AFP / PRAKASH MATHEMA

Warga Nepal Masih Takut Tidur di Dalam Rumah

Willy Haryono • 27 April 2015 16:53
medcom.id, Kathmandu: Puluhan ribu warga Nepal masih takut kembali ke rumah masing-masing dan memilih tinggal di tenda darurat, Senin (27/4/2015), dua hari setelah gempa 7,8 Skala Richter (SR) menewaskan lebih dari 3.200 orang. 
 
Sebagian besar warga Nepal di Kathmandu kini berkumpul di taman, lapangan atau ruang terbuka lainnya. Mereka khawatir akan terjadi gempa susulan berkekuatan besar, seperti 6,7 SR yang mengguncang Minggu kemarin.
 
"Ini merupakan mimpi buruk, mengapa gempa susulan ini tidak pernah berhenti?" tanya Sanu Ranjitkar, warga berumur 70 tahun yang mengenakan masker oksigen, seperti dikutip AFP.

Sejak gempa 7,8 SR melanda Nepal pada Sabtu lalu, serangkaian gempa susulan berkekuatan di atas 4 SR terus terjadi. Gempa ini memicu salju longsor di Gunung Everest, yang menewaskan sedikitnya 18 pendaki. 
 
"Saat ini terlalu banyak ketakutan dan kebingungan (di antara warga)," kata Bijay Sreshth, salah satu korban selamat yang terus mendengarkan radio, berharap mendengarkan pesan dari pemerintah. 
 
"Kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan selanjutnya, atau berapa lama kami harus mengungsi," sambung dia, yang melarikan diri ke sebuah taman bersama istri, ibu dan tiga anaknya. 
 
Menurut laporan resmi pemerintah Nepal, jumlah korban tewas sudah melebihi 3.300 orang, dengan 3.218 di Nepal dan sisanya di beberapa negara tetangga seperti India dan Tiongkok. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan