Abbott menghadapi tekanan luar biasa dalam beberapa bulan terakhir, terlebih setelah dirinya melantik Pangeran Philip asal Inggris dengan gelar ksatria Australia.
Apakah Abbott akan tetap menjadi PM hingga sepekan mendatang. Abbott menjawab pada Sky News, Kamis (5/2/2015): "Teman, datang dan tanyakan hal itu kepada saya pekan mendatang."
Sejumlah petinggi negara dari Partai Liberal pengusung Abbott mengelar rapat untuk kali pertama pada 2015. Hal ini semakin memperkuat rumor penggulingan Abbott.
"Saya mengenal, memercayai dan menghormati kolega saya (di Partai Liberal). Saya tahu semua kolega saya terpilih untuk mengakhiri kekacauan di Australia, dan saya yakin mereka akan tetap berkomitmen menjalankan pekerjaannya," ungkap Abbott, seperti dikutip AFP.
"Saya melakukan apa yang rakyat inginkan, yakni membereskan kekacauan yang diakibatkan (partai) Buruh, membangun kembali perekonomian yang kuat dan sejahtera," sambung dia.
Abbott bersikukuh dirinya adalah orang yang tepat untuk memimpin Australia. Berdasarkan poling Fairfax-Ipsos, popularitas Abbott di kalangan warga Negeri Kanguru merosot dari 39 persen ke 34 persen. Sementara rivalnya, Bill Shorten dari partai Buruh, meningkat menjadi 50 persen.
"Saya tidak pernah terjun ke dunia politik untuk menjadi populer," tegas Abbott.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News