Dalam pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB, Duta Besar Djani menyampaikan salam Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi kepada Sekjen PBB, dan tekad Indonesia untuk terus memajukan prinsip multilateralisme dalam penanganan isu-isu global, terutama yang memiliki dampak langsung terhadap kepentingan nasional Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Djani menegaskan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama dengan PBB dan secara khusus menggarisbawahi visi Indonesia untuk meningkatkan perannya dalam misi-misi pemeliharaan perdamaian PBB (Visi 4.000 Peacekeepers).
Duta Besar Djani juga menyampaikan tekad Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020, serta komitmen Indonesia untuk turut menyukseskan implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.
"Indonesia akan terus mendorong kemerdekaan untuk Palestina dan penghormatan HAM di berbagai belahan dunia serta kerja sama pembangunan termasuk maritim," ujar Dubes Djani, dalam situs Kemenlu RI, seperti dikutip Metrotvnews.com, Rabu (13/4/2016).
Sekjen PBB menyampaikan ucapan selamat datang kepada Duta Besar Djani dan apresiasinya atas peran penting Indonesia di PBB selama ini, terutama selaku salah satu negara pengirim pasukan perdamaian PBB terbesar (peringkat 10 di dunia). Serta kepemimpinan yang ditunjukan oleh Indonesia dalam isu perubahan iklim, Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030,dan isu-isu kemanusiaan. Sekjen PBB menyampaikan harapan agar Indonesia dapat terus menjalankan peran kepemimpinan tersebut di PBB.
Penugasan Duta Besar Dian Triansyah Djani selaku Wakil Tetap RI pada PBB merupakan penugasan kedua selaku Duta Besar/Watapri. Sebelumnya, Duta Besar Djani mengemban tugas selaku Duta Besar/Watapri untuk PBB di Jenewa pada tahun 2009-2012. Dalam perjalanan karirnya di Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Djani telah dipercaya untuk menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk selaku Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN (2006-2009) dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (2012-2016).
Indonesia telah menjadi negara anggota PBB sejak 28 September 1950 (negara ke-60 dari 193 negara anggota PBB). Pada saat ini, Indonesia menjabat sebagai Wakil Ketua Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People/CEIRPP (Komite Pelaksana Hak-hak Yang Tidak Dapat Diabaikan dari Rakyat Palestina) dan Wakil Presiden Komite Dekolonisasi. Tahun ini, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah dari beberapa pertemuan PBB, termasuk pertemuan Third Preparatory Committee Meeting of UN-Habitat di Surabaya pada akhi Juli 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News