Prajurit AS berlatih menembak di Camp Casey, Dongducheon, Korsel, 10 April 2018. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)
Prajurit AS berlatih menembak di Camp Casey, Dongducheon, Korsel, 10 April 2018. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)

Pangkalan AS Dekat Korut Salah Bunyikan Sirene

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 28 Desember 2019 12:11
Seoul: Pasukan Amerika Serikat di sebuah pangkalan militer di Korea Selatan mendengar suara sirene darurat pada Kamis 26 Desember. Mereka semua sempat khawatir Korea Utara hendak melancarkan serangan.
 
Juru bicara militer AS di Korsel, Letnan Kolonel Martyn Crighton mengatakan sirene di Camp Casey itu dibunyikan secara tidak sengaja akibat "kesalahan manusia."Camp Casey merupakan pangkalan militer AS yang lokasinya paling dekat dengan perbatasan Korut.
 
Menurut laporan di surat kabar Washington Post, dilansir dari BBC, Jumat 27 Desember 2019, suara sirene di Camp Casey sempat memicu "kewaspadaan" tinggi di kalangan para prajurit. Beberapa dari mereka bahkan sempat berlari dengan menggunakan seragam militer lengkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah video yang diduga memperlihatkan momen sirene tersebut diunggah ke sebuah akun Twitter. Crighton mengaku tidak dapat memverifikasi apakah video itu memang berasal dari insiden pada Kamis kemarin.
 
Insiden sirene di Camp Casey hanya berlangsung beberapa menit, dan semua prajurit langsung mendapat informasi bahwa hal tersebut merupakan sebuah kekeliruan. Crighton menambahkan, suara yang seharusnya diputar di sistem pengeras suara adalah bunyi terompet yang menandakan berakhirnya aktivitas di Camp Casey.
 
Camp Casey berlokasi di dekat kota Dongducheon di Korsel, sekitar 60 kilometer dari ibu kota Seoul. Luas pangkalan ini mencapai 10 kilometer per segi, dan menampung ribuan personel militer AS.
 
Satu hari usai insiden di Camp Casey, kantor berita nasional Jepang NHK salah melaporkan bahwa Korut telah menembakkan sebuah misil yang jatuh di lepas pantai Negeri Sakura.
 
NHK melaporkan kabar tersebut via situs resmi pada tengah malam, namun dikoreksi sekitar 20 menit kemudian. NHK meminta maaf dan mengaku kabar tersebut muncul sebagai bagian dari "pelatihan."
 
Sebelumnya, Korut telah mengancam akan mengirimkan "kado natal" kepada AS jika tenggat waktu akhir tahun ini terlewati. Korut telah meminta AS mengubah sikapnya terkait dialog nuklir, dan memberikan tenggat waktu hingga akhir 2019.
 
Namun hingga saat ini AS belum terlihat akan mengubah sikap. Presiden AS Donald Trump juga masih tetap menerapkan sanksi ekonomi terhadap Korut atas program nuklir dan misil balistiknya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif