Menlu Retno Marsudi memaparkan prioritas kebijakan luar negeri Republik Indonesia. Foto: Dok.Kemenlu RI
Menlu Retno Marsudi memaparkan prioritas kebijakan luar negeri Republik Indonesia. Foto: Dok.Kemenlu RI

27 Ribu Kasus WNI Bermasalah Diselesaikan Sepanjang 2019

Internasional kemenlu diplomasi luar negeri menlu retno lp marsudi
Marcheilla Ariesta • 08 Januari 2020 15:35
Jakarta: Salah satu pencapaian Indonesia di 2019 adalah pembebasan dua warga negara Indonesia (WNI) yang disandera di Filipina Selatan. Namun, masih ada seorang lagi yang disandera oleh kelompok separatis Abu Sayyaf di sana.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Malaysia dan Filipina untuk perlindungan di wilayah perbatasan.
 
"Ke depan, penting bagi Indonesia, Malaysia dan Filipina untuk melakukan langkah prevensi agar korban tidak lagi jatuh. Kerja sama trilateral penjagaan keamanan di perairan Sulu dan sekitarnya penting untuk ditingkatkan," tutur Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM) di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu 8 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Retno melakukan kilas balik dalam perlindungan WNI di 2019. Menurutnya, perlindungan WNI diperkuat dan hasilnya adalah 27.033 kasus WNI di luar negeri berhasil diselesaikan. Selain itu, sebanyak Rp197,71 miliar merupakan hak finansial WNI dan pekerja migran Indonesia berhasil diselamatkan.
 
Kasus-kasus tingkat tinggi juga berhasil diselesaikan, seperti pembebasam Siti Aisyah dari tuduhan pembunuhan. Kasus lainnya adalah pemulangan 40 WNI yang terlibat pengantin pesanan.
 
"Indonesia juga aktif dalam pembentukan normal setting, baik dalam tingkat regional maupun global," imbuhnya.
 
Retno juga menuturkan mekanisme bilateral untuk Perlindungan WNI dan kerja sama kekonsuleran juga diperkuat. Pada 2019, konsultasi konsuler dilakukan dengan Australia, India, Iran, Uni Eropa, Jepang, dan Korea.
 
Dia menjelaskan penguatan kehadiran negara dalam perlindungan WNI akan terua dilakukan di semua lini. Di 2020, Indonesia akan terus mendorong universalisasi kesepakatan global untuk mendorong migrasi yang aman, teratur, dan reguler.
 
"Penguatan kerja sama penanganan kejahatan perdagangan manusia dan mengintensifkan upaya penyelesaian nota kesepahaman (MoU), penempatan pekerja migran Indonesia di negara tujuan," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif